BATU GANTUNG & ASAL USUL NAMA KOTA PARAPAT

Seorang gadis yang hendak dijodohkan orang tuanya dengan anak dari saudara perempuan ayahnya padahal gadis ini udah mempunyai kekasih, malahan mereka udah bersumpah akan menikah. Gadis ini sangat terjepit. Dia bagaikan memakan buah simalakama. Dimakan mati ayah, tak dimakan mati ibu.

Karena dia tidak sanggup mengatasi kesulitan besar yang menimpa dirinya, gadis itu akhirnya putus asa. Dengan bercucuran air mata ia berjalan perlahan-lahan menuju pinggir Danau Toba yang berjurang sangat dalam. Dia bermaksud hendak melompat ke jurang yang amat dalam itu. Beberapa saat sebelum mencapai pinggir Danau Toba, tiba-tiba dia terperosok ke dalam lubang besar. Seluruh tubuhnya masuk ke dalam lubang itu. Makin lama dia makin jauh tenggelam. Di sekelilingnya hanya terdapat batu cadas hitam. Karena pikirannya nanar, si gadis melihat batu-batu itu seakan-akan sedang bergerak hendak menghimpit dirinya. Melihat keadaan itu ia pun berkata :
“Parapat…Parapat batu…parapat.” (Artinya : “merapat…merapatlah batu…merapatlah.”).
Kata-kata itu diucapkan terus menerus dengan harapan agar batu cadas disekelilingnya merapat sehingga tubuhnya terjepit dan jiwanya melayang. Ada dua orang petani yang mendengar sayup-sayup suara yang mengatakan : “Parapat…Parapat batu…parapat.” kedua petani tadi tidak dapat menolong gadis itu. Dari teriakan gadis inilah asal usul nama kota PARAPAT.

Cerita ini cukup bagus karena isinya memberi peringatan kepada kita bahwa tindakan yang dilakukan karena putus asa akan menimbulkan akibat yang tak baik.

Dikutip dari : CERITA RAKYAT DARI SUMATERA UTARA (oleh Z. PANGADUAN LUBIS)

About dianasihotang

dianasihotang TETAP dianasihotang.Moto-ku adalah BERBAGI karena dua tangan, dua mata, dua telinga, hati-akal fikiran, dan alat komunikasi, serta waktu yang ku punya sudah diberikan-NYA selama ini, kenapa tidak aku berikan dan gunakan untuk membalas kasih BAPA? Tentang diri-ku Siapakah diri-ku? Riwayat Hidup-ku? dan inilah niat BERBAGI-ku yang dipersembahkan HANYA untuk kemulian-NYA Selalu dalam salam KASIH DAMAI dari hati yang paling dalam. peace & love/~ds/dianasihotang

Posted on September 4, 2008, in Paket Sosial Budaya / Social & Culture and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: