Kiat-kiat dalam bermilis <== Mauliate ito

HORAS tu hamu sude!!??

Makasih modi atas lolosnya email saya ini.

Makasih juga untuk ito Berman R SITORUS atas tulisan Orchestra ini. Ruaarrrrrr biasa ito!!

plokplokplokplokplok…

Meski tulisan ito ini belum lengkap tapi saya sangat tertarik untuk memberi tanggapan sedikit. Maaf sebelumnya jika ada yg kurang berkenan.

Alangkah indahnya memang jika sebuah orchestra (baca-milist) yang ito goreskan dapat memang bisa terjadi di Milis Batak Gaul dan Batak Gaul-Chat ini. Saya harapkan demikian…semoga!!

Saya sangat setuju dengan pemahaman akan renungan goresan ito, yaitu :

Sudahkan SAYA tahu peran SAYA dan sudahkah SAYA mainkan nada SAYA yang unik itu dalam suatu harmoni ketika lagu diskusi dilantunkan?

Dan untuk masukan kepada Moderator pun sangat baik untuk dipaparkan oleh ito Berman ini.

Atas goresan ini, saya ucapkan terimakasih ito Berman.

Sukses untuk ito

salam kasih, hangat, & persahabatan untuk semua,

peace & love
~ds
IM = dianasihotang
http://www.friendster.com/dianasihotang
http://dianasihotang.blog.friendster.com/
http://dianasihotang.blogspot.com/
~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*
Kiat-kiat dalam bermilis

1. Orchestra di Milis (Berman R. Sitorus)
Dalam pengalaman saya bergabung disatu milis, seringkali menemukan ada anggota yang bingung dan panik serta menganggap anggota lainnya melakukan peran yang menurutnya tidak sepantasnya, atau tidak pada tempatnya. Sementara dia sendiri bingung dan tidak melakukan perannya dengan baik.

Dimata saya bergabung didalam satu milis adalah seperti kita bergabung dalam suatu orchestra, akan terasa indah alunan nada dari penggabungan semua alat musik dan alunan suara dari para pelaku, dan duduk manis sambil menikmati harmoni yang mengalun dalam suasana hening bagi para penonton.

Orchestra yang indah, seperti milis yang indah. Dimana ada sang conductor yang piawai dan menguasai nada-nada, tinggi rendahnya, cepat lambatnya, keras dan lembutnya suara dari setiap anggotanya memainkan alat mereka masing-masing. Ini ibarat seorang moderator milis, yang piawai yang tidak takut mendengar suara tambur yang meledak sekali sekali terdengar karena dia tahu suara tambur memang begitu, dan terasa indah dalam harmoni lagu yang sedang dimainkan.

Anggota aktif lainnya seperti pemain musik tadi. Ada yang senang bermain bersama-sama seperti para pemain biola, ada yang senang berkumpul bersama meskipun memainkan alat-alat yang kelihatan mirip namun berbeda seperti gitar, bas. Ada yang dengan piawai menutupi dan membungkus semua nada yang ada seperti pemain Piano yang piawai, dan lain-lain. Bahkan ada yang suara alat musiknya tidak menonjol dan sesekali terdengar, namun mereka berhasil mengisi nada-nada kosong yang ada dalam alunan lagu yang dimainkan.
Begitu juga para penonton atau anggota milis pasif, mereka yang memang sadar menonton suatu orchestra, mereka tahu bahwa meskipun mereka hanya suka dan mengerti pada beberapa alat music, namun mereka menikmati harmoni semua alat yang menciptakan lagu nan indah.

Kadangkala ada penonton yang bosan, entah karena dia tidak mengerti atau dia memang sedang tidak enak hati atau memang pegal-pegal, bangun bahkan berteriak mengusik situasi. Mungkin penonton yang terdekat merasa sangat terganggu juga bereaksi, ada lagi yang langsung berjalan kepanggung dan berteriak-teriak kepada pemain musik sehingga kedengaran gaduh. Namun Orchestra akan terus berlanjut.

Disaat gaduh seperti itu, sang moderator harus tetap konsentrasi kepada orchestranya, biarlah para petugas keamanan yang akan berusaha menenangkannya. Bagi penonton yang merusak suasana, coba berhenti sejenak, dengarkan lagi alunan musiknya, jangan-jangan nadanya sudah sesuai. Atau keluar dulu sejenak istirahat di rest room sambil tetap mendengar sayup-sayup suara orchestra yang keluar menembus kisi-kisi ruangan yang halus atau dari sound system yang ada.

Seperti halnya Orchestra itu perlu persiapan dan latihan, jadi kalau dimasa latihan jangan takut salah. Bahkan bisa saja terjadi disaat pertunjukan, senar biola anda putus satu,atau senar gitar anda dan yang lainnya. Bila itu terjadi jangan panik, berhenti sejenak dan tersenyum sebagai rasa simpati dan mohon maaf serta memberikan dukungan kepada rekan-rekan anda dan sang conductor.

Bila kemudian anda bisa memperbaiki selama alunan lagu berjalan tanpa menimbulkan suara yang bisa mengganggu teman yang lain, silahkan. Misalnya minta maaf. Tapi kalau menggangu, diam saja tunggu sampai satu lagu selesai dan kemudian anda minta maaf dan kembali memperbaiki senar untuk siap kembali bermain dalam satu harmoni dilagu-lagu selanjut.

Pertanyaannya sekarang adalah? Sudahkan anda tahu peran anda dan sudahkah anda mainkan nada anda yang unik itu dalam suatu harmoni ketika lagu diskusi dilantunkan? Jangan takut salah namun jangan buat salah, suara Saxopon mungkin masih terasa pas bila memainkan nada-nada flute, tapi akan terasa kurang pas jika berganti peran memainkan nada-nada perkusi, apalgi kalau sampai seperti tambur yang sesekali berdentang.

Semoga tulisan yang sok tau dan larut dalam membayangkan suatu orchestra yang indah ini bisa menjadi inspirasi bagi teman-teman dalam bermilis ria. Ingat satu hal, milis itu bukan tempat bisnis nyata, jadi anggap saja tempat latihan. Boleh salah sesekali, supaya jangan melakukan kesalahan atau kebodohan yang sama dalam kehidupan atau bisnis riil.

Milis ibarat ruang kuliah atau seminar yang terbuka, gratis pula lagi.

Sebagai tambahan, ada nasihat bijak lain mengenai peran. Nasihat itu berbunyi “Hendaklah tangan menjadi tangan, jangan menjadi kaki, begitu juga hendaklah mata menjadi mata jangan menjadi mulut”, yang mengajar biarlah mengajar, yang menghibur biarlah menghibur”.

Ingat terus hal ini, hendaklah mata menjadi mata jangan jadi mata-mata, hendaklah kaki menjadi kaki dan tangan menjadi tangan, jangan jadi kaki-tangan.

Lagu-lagu yang kompleks dan berat dimainkan dalam orchestra milis, dari pengalaman dan menurut pengamatan saya adalah lagu-lagu berpotensi pro dan kontra seperti:
1. Lagu-lagu Nilai (Value)
2. Lagu-lagu politik dan keberpihakan.
3. Lagu-lagu rohani dan budaya.

Bolehkah lagu-lagu berat tersebut dinyanyikan dimilis? Kalau harus dinyanyikan bagaimana batasan-batasan improvisasi dan alat musik yang bisa digunakan? Bagaimana sikap kita dalam memainkan salah satu alat musik, serta bagaimana pula sikap kita mendengarkan suara alat music dari teman main kita?

Bagaimana sikap kita sebagai penikmat atau pendengar orchestra itu, ingat seorang pendengar dan penikmat di milis bisa saja langsung ikut terlibat dalam memainkan salah satu alat musiknya, bagaimana pula sebaliknya.

Milis seperti halnya orchestra adalah tempat memadukan semua nada-nada indah, dan sekaligus juga tempat mengisi kekosongan-kekosongan yang ada, disamping mengikatkan diri dalam satu harmoni nada-nada indah kehidupan yang beragam yang kemudian dapat kita gunakan ketika kita bermain solo pada saat pertunjukan kita pribadi diluar.

Moderator milis atau Conductor orchestra untuk lagu-lagu yang crusial dan sensitive ini tentunya akan bekerja keras, karena itu sebaiknya dia menjalin hubungan yang kuat dengan para pemain utama dari masing-masing alat musik, agar bersama menjaga permainannya tetap indah.

Para pemain utama alat musik yang umumnya dihormati oleh pemain-pemain alat musik yang sama, mempunyai peranan mendukung proses lagu yang sedang dimainkan, sementara tetap menjaga diri agar tetap konsisten dengan tinggi rendahnya nada, tempo dan keras lembutnya suara alat musiknya. Jangan sampai justru dia yang lebih dulu mengacau harmoni yang ada. Orchestra akan bisa kacau.

Disaat kekacauan simpang siurnya nada, conductor atau bila perlu salah satu pemain senior sebaiknya berinisiatif untuk mengehentikan dan mengajak bersama-sama untuk kembali melihat lagu yang sedang dimainkan tanpa lari dari norma-norma berkomunikasi yang baik dan sopan.

Saya akan membahas kiat-kiat memainkan alat musik peran dalam berkomunikasi dimilis serta memainkan lagu-lagu sulit pada bagian selanjutnya.

Selamat bermilis, nikmati orchestramu dan mainkanlah peranmu.

Salam,
Berman

from =
http://groups.yahoo.com/group/Batak_Gaul/message/71024
http://groups.yahoo.com/group/Batak_Gaul-Chat/message/11136

About dianasihotang

dianasihotang TETAP dianasihotang.Moto-ku adalah BERBAGI karena dua tangan, dua mata, dua telinga, hati-akal fikiran, dan alat komunikasi, serta waktu yang ku punya sudah diberikan-NYA selama ini, kenapa tidak aku berikan dan gunakan untuk membalas kasih BAPA? Tentang diri-ku Siapakah diri-ku? Riwayat Hidup-ku? dan inilah niat BERBAGI-ku yang dipersembahkan HANYA untuk kemulian-NYA Selalu dalam salam KASIH DAMAI dari hati yang paling dalam. peace & love/~ds/dianasihotang

Posted on October 13, 2008, in Paket Senggol & Milist / My Act and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: