hari geneee…e ada PRIVATE NUMBER??

‘ini nomor siapa seh!!’
‘nyebelin banget deh gue terima nomor beginian!!’
‘bajingan nih orang enggak mo ngeliatin nomor dia!!’
‘penuh2in missed call gue aja neh!!’
‘gue tau neh kalo dia takut ketauan ama gue darimana telpon ini berasal!!’
‘bodo amat deh mending gue reject aja ah!!’
‘biarin ajalah, paling2 dia telpon lagi, paling2 dia bosen juga ganggu gue!!’
‘aduh, tadi ada private number, siapa yaaa…a takutnya dari ‘dia’ nih??’

Sering kali kita menemukan dan mendapatkan nomor tanpa inisial/identitas di handphone kita. Seringkali kita dibuat kesel ama nomor beginian. Kata2 seperti di atasi sering kita lontarkan dan keluarkan apalagi bagi mereka yang sering menerima nomor tanpa inisial/identitas ini. Umpatan2 seperti ini sering kita keluarkan dan terdengar di telinga kita. Nada2 umpatan tadi terdengar dengan nada kekesalan. Jangan katakan kalau kita tidak gusar jika dan pada saat kita pertama, ke dua, ke tiga kali, menerima nomor tanpa inisial/identitas ini (yang ada kes’ringan t’rima lageeee…).

Sering kali tulisan tercatat dalam handphone kita dengan inisial ‘NO PHONE’ ato ‘PRIVATE NUMBER’, pada saat itu dering handphone kita berbunyi dan pas mau dijawab ada tulisan itu, padahal kita sudah susah2 menset handphone kita dengan alunan lagu yang sudah kita pilih dan sukai tapi yang datang malah nomor tanpa inisial/identitas itu.huh!! Bisa kita bayangkan bagaimana ‘emosi’ keluar begitu saja tetapi tidak semua orang bisa dan mau mengeluarkan hal demikian lho??
Apa karena nomor2 tanpa inisial/identitas tersebut akan membuat dan menimbulkan emosi kita??
Adakah guna dan manfaatnya emosi yang timbul dari umpatan2 kita??
Pernahkah kita berfikir bahwa ‘NO NUMBER’ ato ‘PRIVATE NUMBER’ adalah suatu ujian bagi emosi yg ada di dalam diri kita??

Buanyak ato sedikit yang tercatat dalam handphone kita dengan inisial/identitas ‘NO PHONE’ ato ‘ ‘PRIVATE NUMBER’ tidak akan pernah lepas dalam dunia per-handphone-an. Coba saja kita buat daftar pertanyaan dalam keseharian kita mengenai hal ini, yups, seperti catatan kecil saja dan cobalah mengumpulkan serta menjawabnya <emang enggak ada kerjaan apaaa…a?? huh!!??>
Pertanyaannya adalah:
Apakah kita pernah dan sering menerima nomor tanpa inisial/identitas tersebut??
Satu kali, dua kali, tiga kali, ato malah sering??
Pernahkah tebakan kita benar untuk nomor2 tersebut berasal??
Pernahkah berfikir bahwa nomor tersebut memang berasal dari temans ato sahabats kita??
Pernahkah berfikir bahwa nomor tersebut berasal dari keluarga kita yang berada di Luar Negeri??

‘hari gene belum punya handphone??’
Kata-kata yang sering kali untuk saat ini terdengar di salah satu iklan telepisi Indonesia menyatakan demikian padahal yang sebenarnya apa memang kudu kita punya handphone kalo emang enggak dan belum butuh. Apa karena gengsi saja??
Apa karena punya duit, lo pade kudu punya handphone hari gene??
Apa karena memang kebutuhan mendesak??
Pernahkah kita berfikir sebelumnya kalau kita punya handphone maka dengan pasti kita akan menerima nomor2 tanpa inisial/identitas seperti ini??
Pernahkah kita ingat, bertanya, membayangkan pada diri kita bahwa segala sesuatu yang dimulai kegiatannya maka so pasti ada akibatnya!!

Tetapi kenyataanya memang begitu adanya bahwa handphone sudah seperti satu aliran darah dalam komunitas kita layaknya kompie, website, email serta chatting. Kita tidak pernah membayangkan sebelumnya bahwa hal seperti nomor2 tanpa inisial tersebut bisa datang dan pergi di kehidupan per-handphone-an kita. Kadang tanpa kita sadari juga pada saat pertama kali kita mampu membeli dan mempunya handphone, kita sudah punya ‘style’ sendiri. Demikian pula dalam keseharian kita baik dalam sikap, status, rencana, keahlian, dan lainnya. Seseorang sudah pasti mempunyai alasan mengapa dia melakukan suatu aksi tanpa nomor inisial/identitas tersebut. Mungkin karena ketidak inginan untuk dikenal, kesenangan semata, kebencian dan emosi bentuk lainnya.

Pernahkan kita berfikir dan merenungi bahwa dengan nomor tanpa inisial tersebut adalah seseorang yang selalu mengingat kita?? Seseorang yg ‘care’ dengan kita??
Pernahkah berfikir bahwa ada ‘perhatian’…ada kejutan yg mau ‘dia’ berikan kepada kita??
Pernahkah berfikir bahwa ada seseorang yang mau meminta maaf dengan kita??

Dan sampai kapan hal ini dapat terjadi?? Sampai kapan pun!!
So judul artikel ini emang bener kalu emang hari gene masih ada PRIVATE NUMBER

Satu hal yg pasti, pernahkah kita menggunakan ‘NO NUMBER’ ato ‘PRIVATE NUMBER’ untuk orang lain atas kesenangan kita pribadi??
Jawaban ‘ya’ ato ‘tidak’ hanya kita yg dapat menjawabnya…
goresan ku (~ds) / Pasar Minggu, Selasa / 30 November 2004

About dianasihotang

dianasihotang TETAP dianasihotang.Moto-ku adalah BERBAGI karena dua tangan, dua mata, dua telinga, hati-akal fikiran, dan alat komunikasi, serta waktu yang ku punya sudah diberikan-NYA selama ini, kenapa tidak aku berikan dan gunakan untuk membalas kasih BAPA? Tentang diri-ku Siapakah diri-ku? Riwayat Hidup-ku? dan inilah niat BERBAGI-ku yang dipersembahkan HANYA untuk kemulian-NYA Selalu dalam salam KASIH DAMAI dari hati yang paling dalam. peace & love/~ds/dianasihotang

Posted on November 24, 2008, in Paket Renungan / Reflection, Paket Sahabat / Friendship, Paket Sosial Budaya / Social & Culture and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: