diskusi, Pendeta HKBP 1

diskusi, Pendeta HKBP

eling eling eling…

mangap lageeee ahhh…nga ro (bedol desa) pariban nami fhuang…

iban nami, Leonardo SIMANJUNTAK…
ceritanya khan mau curhat lageeee, ban…?
ALARM, alarm, ban!!???
ALA ni pariban nami (br HOTANG) do hamu fhuang…sepakat?

nga ro pandita niba sian HKBP…HORAS Amang…

peace & love
~ds

— In Batak_Gaul@yahoogroups.com, “leonardo” <leonardo@cyberworld.co.id> wrote:

Wah mending aku yg bukan seorang pendeta,tapi manusia berdosa yg menuliskan itu dari pada seorang yg bernaung di balik kependetaannya. Wah lebih munafik kan.

Aku lebih tidak suka orang yg memakai topeng “Pendeta” untuk melakukan hal-hal yg tidak wajar.Apa bedanya kita ngurus ktp di kelurahan atau ngurus surat-surat lain,rata-rata mereka minta uang lebih koq. Apa ada orang diantara kita yg membayar sesuai tarif? (ya kecuali punya koneksi tertentulah atau jabatan tertentu).

Kan ada tertulis tuh beban seorang pendeta lebih berat dari pada jemaatnya apabila dia menyesatkan jemaatnya.

Dulu aku juga jemaat HKBP,tp sekarang tidak,krn aku tidak cocok dengan cara mereka-mereka itu.Di pikiranku, Gereja itu adalah semacam perkumpulan orang-orang seiman dan di buat organisasinya dengan nama gereja ini, itu dan yg lain. dan intinya aku pengikut Yesus kristus dan gereja itu adalah alat dan cara kita untuk memuji Dia, tapi kalau sekarang juga dah begini, so?

Misalnya, sintua bilang, baen attong jalang-jalang mu tu pandita, wah ini apaan? Kan mereka udah dapat gaji dari jemaat gereja, napa masih ada yg seperti itu. Dan apakah itu menjadi suatu kewajiban?

Nah aku menulis seperti ini, ya karena aku mengalami sendiri appara, dimana saat kita yg lemah iman ini ingin dikuatkan oleh seorang yg imannya lebih baik, malah membuat iman makin lemah dan makin berdosa.

Mana arti kependetaan itu?apa arti seorang pendeta,toh dia manusia yg bisa berbuat salah, tapi beban seorang pendeta berat. karena diharapkan menjadi pembangun iman jemaatnya, membawa jemaatnya yg lemah.

Kalau appara masih ragu dengan yg aku alami, wah nggk mungkin aku sebejat itu untuk mengatakan yg tidak benar terhadap orang lain, biar aku manusia berdosa Appara, aku juga tau mana yg patut.

Nah di forum yg menurut Appara terbuka, justru kita juga harus membuka akan kebusukan-kebusukan kita dong, biar saling tau dan saling mengkoreksi diri. Dan biar tau bahwa bukan saatnya lagi bersembunyi di balik topeng seorang hamba Tuhan. Dan biar pihak HKBP atau pengurus atau siapapun yg didalamnya bisa tau akan kekurangannya selama ini (bukan cuma issu).

Mungkin Appara akan shock berat kalau merasakan sendiri seperti yg aku alami,apalagi orangtuaku, yg dari dulu aktif sebagai bendahara untuk pembangunan gereja di pahae, dari mereka juga aku tau dan dengar sepak terjang para orang-orang yg bertopeng itu. Orangtuaku sangat terpukul dengan kondisi ini, dulu mereka menganggap bahwa figur seorang pendeta di pahae adalah figur yg sangat di hormati,dan aku pindah dari HKBP juga sangat dilarang, tapi begitu mengalami kondisi seperti ini, terpukul sekali. Coba deh,apa seorang pendeta hanya melayani jemaatnya di tempat dia tinggal atau bertugas? Mana ada itu, karena bukan jemaatnya jadi lebih mahal atau tidak mau melayani. Padahal kita memuji Tuhan yg sama,atau mereka yg di bekasi beda dengan orangtuaku yg terdaftar di pahae? Ide dari mana itu. Menurutku, ya karena itu lah gereja itu hanya media kita untuk menyembah dan memuji Tuhan. Tapi justru yg ada sekarang,gereja justru mengkotak-kotakkan manusia, misalnya tiberias tidak mengakui sebgai jemaat sebelum mereka babtis. padahal misalnya dulu udah di babtis di HKBP dan dah dapat surat pandidion juga. Aneh kan. Makin lama semua juga makin bingung. apa tiap gereja punya beda tujuan? menurutku sama, semua mau masuk ke sorga.

Jadi bijaklah berpikir.

Horas
Leonardo

(Kutipan, http://groups.yahoo.com/group/Batak_Gaul/message/75468)

About dianasihotang

dianasihotang TETAP dianasihotang.Moto-ku adalah BERBAGI karena dua tangan, dua mata, dua telinga, hati-akal fikiran, dan alat komunikasi, serta waktu yang ku punya sudah diberikan-NYA selama ini, kenapa tidak aku berikan dan gunakan untuk membalas kasih BAPA? Tentang diri-ku Siapakah diri-ku? Riwayat Hidup-ku? dan inilah niat BERBAGI-ku yang dipersembahkan HANYA untuk kemulian-NYA Selalu dalam salam KASIH DAMAI dari hati yang paling dalam. peace & love/~ds/dianasihotang

Posted on February 17, 2009, in Paket Senggol & Milist / My Act. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: