Nurhayati Sirait, Korban Kekerasan Suami

HORAS,

bukan mau memulai ‘pajago-jago-hon’ ya…
mari kita melihat sisi KDRT ini dari kehidupan Ni Halak Hita i…

untuk masalah Ibu Nurhayati br SIRAIT,
mungkin perlu juga dipertimbangkan alasan kenapa Ibu Nurhayati ‘terpaksa’ dan ‘HARUS’ pergi meninggalkan keluarga yang dalam hal ini adalah suami & ke dua anaknya yaitu bahwa kekuatan bathin, kekuatan tenaga, kekuatan badan ADA BATAS-nya (di luar Agama Kristen tentunya. maaf bukan mau membahas Agama satu ini meski pada kenyataannya tetap ke arah sana!).

aku salut atas keberanian Ibu Nurhayati. saat ini pastinya beliau sangat merasakan gejolak emosi yang luar biasa!
biarlah saat ini TERKUAK apa yang ada daripada membiarkan dan mendiamkan orang seperti suaminya, yang terus dan telah akan melakukan hal-hal KDRT ini!
huh!

sekarang aku mencoba menarik masalah KDRT ini berlandaskan dari apa yang ditulis Pariban nami, Poltak SIMANJUNTAK, yaitu:
1) penganiayaan fisik (seperti pukulan, tendangan);
2) penganiayaan psikis atau emosional (seperti ancaman, hinaan, cemoohan);
3) penganiayaan finansial, misalnya dalam bentuk penjatahan uang belanja secara paksa dari suami;
4) penganiayaan seksual (pemaksaan hubungan seksual dan pelecehan seksual)

No. 1 sd 3
I. penganiayaan fisik (seperti pukulan, tendangan)
II. penganiayaan psikis atau emosional (seperti ancaman, hinaan, cemoohan)
III. penganiayaan finansial, misalnya dalam bentuk penjatahan uang belanja secara paksa dari suami

aku juga bicara sebagai seorang wanita, tidak kebayang jika ada seorang laki-laki menampar, memukul ku (contohnya saja) dan di saat itu aku hanya bisa diam

karena takut (yang dilawan laki2 coy!? maaf)

kami sebagai kaum wanita harus bagaimana?

ini yg keliatan alias TAMPAK MATA, ito/eda…
yang TIDAK TAMPAK MATA bagaimana dunk?
yaitu sebuah TRAUMA…sekali lagi aku tuliskan TRAUMA!
tidak mudah untuk melepas sebuah TRAUMA dalam otak, fikiran dan hati seseorang!
itu juga yang aku yakin terjadi dengan Ibu Nurhayati.

kalau ada tertulis pemikiran bahwa kadang2 seorang LAKI2 BATAK, di rumah sedang ‘dartingon’ dan kemudian seorang istri, BORU BATAK malah nimpali alias jawab2, apa ini sebuah alasan untuk seorang laki2 memukul, menampar, menendang serta mengancam? heheheeee…eee…
hanya laki2 yang dapat menjawab ini, bah!
annon haluar lagu Betharia SONATA i, (nyontek istilah sis Agnes br PANE) yaitu:
PULANGKAN SAJA AKU PADA IBU KU ATAU AYAH KU…

alaiii…iii
tu hamu, INANG SORIPADA, BORU BATAK i, BORU RAJA i…
mbok yaaa belajarlah, dicobalah untuk tidak menambah minyak tanah dari api yang sedang menyala.
bisa dunk dengan cara diskusi yang baik?
kalau sudah sakit kenal pukul, bagaimana dunk?
kalau sudah keluar kata2 hinaan dan cemoohan, mau dikata apa?
apa mau ditambah dengan ancaman pulak?
tambah lagi dikurangi jatah belanja? hayaaa…aaa…
rasain aja ndiriiiii…maaf.
(sok nasehatin lu, di!?)

kalau ada pemikiran mengenai ‘karir istri’ lebih tinggi dari pada ‘karir suami’ (anggap aja deh penggangguran) adalah salah satu sebab terjadinya KDRT…hehehe…eee…
pertanyaan & PR juga buat ku tentunya!

alaiii…iii…
tu hamu, AMANG SORIPADA…
mbok yaaa malah bangga gitu lho atas keberhasilan seseorang dimana keberhasilan itu malah datang dari seorang istri.
kenapa malah tidak dicoba untuk mulai mendukung sang istri?

kalau untuk INANG SORIPADA, BORU BATAK i, BORU RAJA i…
jangan sok kalilah kita ini…toh disaat kita memilih dan memutuskan SUDAH DAPAT MENERIMA-nya, kenapa setelah jadi istri jadi pantang sok hebat? patentengon?
(salah nulis nggak neh) hehehe…eee…
kayaknya kudu sadar kita bah, klo enggak ada laki2 di rumah, susah juga…benar demikian?
ato malah ada yang SUPER WOMAN? heheheeee…eee…

III. penganiayaan seksual (pemaksaan hubungan seksual dan pelecehan seksual)
seremmm…mmm…untuk bahas ini euyyy…
sudah terjadi hal I, II, III…ditambah lagi dengan penganiayaan seksual…hmmm…ruarrr biasa!!
wahwahwahwahhhh…tidak terbayangkan tentunya? sangat panjang kalau mau dibahas.

maaf sebelumnya, mungkin difikirkan juga bahwa ada KELAINAN SIFAT/PENYIMPANGAN dari suami tersebut (sakit.read) yang umumnya anak sekarang mengatakan BAWAAN OROK!?
kayaknya yang sangat perlu di perhatikan dan diperiksa adalah si suami korban deh kalau diangkat dari kasus Ibu Nurhayati.

kalau aku tarik dari Versi RT Orang Batak,
inikah dan beginikah Rumah Tangga versi ni HALAK HITA i? (yg bermasalah seperti ini?)
inikah sifat saya sebagai Orang Batak?
inikah kita?

terlepas dari semua yang aku tuliskan, sekali lagi aku minta maaf atas pandangan dan tulisan ini.

Ibu Nurhayati br SIRAIT, hanya dukungan doa untuk saat ini yang bisa aku berikan.
<sampaikan ya Iban Poltak>

peace & love
~ds
~~~~~~~~~~~~~~~~
fRom = sri agung <de.sri.agung@gmail.com>

diskusi, Nurhayati Sirait, Korban Kekerasan Suami-Sebuah Kesaksian

begitulah rumah tangga, dan terutama begitulah rumah tangga orang batak.
keselamatan rumah tangga adalah sesuatu yang HARUS dijunjung tinggi.
Ibu Nurhayati, kalau boleh saya menyarankan, ada baiknya ibu mencoba untuk berkonsultasi ke konselor pernikahan.
Meski tidak menjamin suami ibu seperti yang ibu harapkan suami layaknya dalam mimpi indah Ibu ketika belia dulu, namun Ibu akan memiliki suatu semangat, Ibu

akan memiliki daya untuk menjalani hidup.
Hal yang paling sulit adalah mendoakan orang yang melukai kita, tapi cobalah itu dari hati.

Ibu Nurhayati, pagi tadi di angkot pun saya mendengar seorang ibu (saya yakin dia Batak, sebab menyebut orangtua dan adiknya kepada anaknya OPUNG dan TULANG

Tigor), dia pergi dari rumah karena anaknya bilang “mama, kita pergi karena papa marah2. terus ya?”.
Hati saya selalu miris membayangkan nasib psikologis anak2. korban KDRT. Itu PR berat para orang tua.

Doa saya untuk Ibu, semoga diberikan ketabahan.

-sri agung-

(Kutipan-http://groups.yahoo.com/group/Batak_Gaul/message/76948)

About dianasihotang

dianasihotang TETAP dianasihotang.Moto-ku adalah BERBAGI karena dua tangan, dua mata, dua telinga, hati-akal fikiran, dan alat komunikasi, serta waktu yang ku punya sudah diberikan-NYA selama ini, kenapa tidak aku berikan dan gunakan untuk membalas kasih BAPA? Tentang diri-ku Siapakah diri-ku? Riwayat Hidup-ku? dan inilah niat BERBAGI-ku yang dipersembahkan HANYA untuk kemulian-NYA Selalu dalam salam KASIH DAMAI dari hati yang paling dalam. peace & love/~ds/dianasihotang

Posted on April 4, 2009, in Paket Senggol & Milist / My Act. Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. Antara Nurhayati si korban KDRT dengan Diana br. Sihotang si Pejuang Hak Perempuan…

    Pada hakekatnya, seorang perempuan yang disebut istri itu seharusnya memiliki posisi yang sama dengan seorang laki-laki yang disebut suami itu.

    Sebab tanpa istri, si suami akan kehilangan mahkotanya. Bayangkan jika si suami yang merasa “raja” rumah tangga itu melakukan KDRT kepada mahkotanya yaitu sang istri, yang terjadi adalah keruntuhan “kerajaan” tumah tangga.

    Si Mahkota juga tidak cukup hanya pasif. Mahkota yang baik, jika dia ditempatkan di tempat yang tepat. Bukan untuk korban KDRT.

    Jika ini bisa terjadi saat ini kepada Nurhayati, maka mahkota-mahkota yang lain harus membantunya. Mendukungnya. Tidak cukup hanya doa, harus rela mengatakan hentikan KDRT sekarang juga.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: