Let’s Boogie Down!

Penyesalan Yang Tiada Guna

penyesalanAda seorang gadis muda yang sangat suka menyanyi. Kepandaiannya menyanyi sangat menonjol dibanding dengan rekan-rekannya, sehingga dia seringkali menjadi juara di berbagai perlombaan yang diadakan. Dia berpikir, dengan apa yang dimilikinya saat ini, suatu saat apabila dewasa nanti dia ingin menjadi seorang penyanyi profesional kelas dunia. Dia membayangkan dirinya menyanyi di Rusia, Cina, Amerika, Jepang, serta ditonton oleh ribuan orang yang memberi tepuk tangan kepadanya.

Suatu hari, dikotanya dikunjungi oleh seorang pakar suara yang berasal dari luar negeri. Pakar ini sangatlah hebat, dan dari suara dahsyatnya telah banyak melahirkan penyanyi-penyanyi kelas dunia. Gadis muda ini ingin sekali menyanyi dan menunjukkan kebolehannya di depan sang pakar tersebut, bahkan jika mungkin memperoleh kesempatan menjadi muridnya.

Akhirnya kesempatan itu datang juga. Si gadis muda berhasil menjumpai sang pakar di belakang panggung seusai sebuah pagelarannya.
Si gadis muda bertanya,
‘Pak, saya ingin sekali menjadi penyanyi kelas dunia seperti Anda. Apakah Anda punya waktu sejenak, untuk menilai suara saya? Saya ingin tahu pendapat Anda tentang suara yang akan saya keluarkan’.
‘Baiklah, menyanyilah di depan saya selama 10 menit’, jawab sang pakar.

Belum lagi 10 menit berlalu, sang pakar suara berdiri dari kursinya, lalu berlalu meninggalkan si gadis muda begitu saja, tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Betapa hancur si gadis muda melihat sikap sang pakar. Si gadis langsung berlari keluar. Pulang kerumah, dia langsung menangis tersedu-sedu. Dia menjadi benci terhadap dirinya sendiri. Ternyata suara yang selama ini dia bangga-banggakan tidak ada apa-apanya di hadapan sang pakar. Kemudian dia ambil piala kemenangannya, dan dia lemparkan ke dalam gudang. Sejak saat itu, dia berjanji tidak pernah akan lagi menyanyi!

Puluhan tahun berlalu. Sang gadis muda kini telah menjadi ibu dengan tiga orang anak. Suaminya telah meninggal. Dan untuk menghidupi keluarganya, dia bekerja menjadi pelayan dari sebuah toko di sudut jalan.

Suatu hari, ada sebuah Festival Musik dan Lagu yang diadakan di kota itu. Nampak sang pakar berada di antara para penyanyi muda di belakang panggung. Sang pakar nampak tua, dengan rambutnya yang sudah putih. Si ibu muda dengan tiga anaknya juga datang ke festival tersebut. Seusai acara, sang ibu membawa ketiga anaknya ke belakang panggung, mencari sang pakar suara, dan memperkenalkan ketiga anaknya kepada sang pakar. Sang pakar masih mengenali ibu muda ini, dan kemudian mereka bercerita secara akrab.

Si ibu bertanya,
‘Pak, ada satu pertanyaan yang mengganjal di hati saya. Ini tentang penampilan saya sewaktu menyanyi dihadapan Anda bertahun-tahun yang silam. Sebegitu jelekkah suara dan penampilan saya di saat lalu sehingga Anda langsung pergi meninggalkan saya begitu saja, tanpa mengatakan sepatah katapun?’

‘Oh ya, saya ingat peristiwanya. Terus terang, saya belum pernah mendengar seperti suara merdu Anda pada waktu itu. Saya masih yakin bahwa kamu akan menjadi penyanyi kelas dunia. Saya tidak mengerti mengapa kamu tiba-tiba berhenti dari dunia tarik suara?’, jawab sang pakar.

Si ibu muda sangat terkejut mendengar jawaban sang pakar
‘Ini tidak adil’, seru si ibu muda.
‘Sikap lalu Anda telah menghancurkan dan menghilangkan semua impian saya. Kalau memang suara saya merdu dan enak Anda dengar, mengapa Anda meninggalkan saya begitu saja ketika saya baru saja menyanyi beberapa menit? Anda seharusnya memuji saya, dan bukan mengacuhkan saya begitu saja. Mestinya saya bisa menjadi penyanyi kelas dunia. Bukan hanya menjadi pelayan toko seperti saat ini!’

Si pakar menjawab lagi dengan tenang,
‘Tidak, tidak! Saya rasa saya telah berbuat dengan benar. Untuk membuktikan KENIKMATAN secangkir kopi panas TIDAK HARUS Anda meminumnya.
Demikian juga dengan saya. Saya TIDAK HARUS mendengar dan melihat Anda selama 10 menit untuk membuktikan bahwa suara Anda merdu.
Malam itu saya juga sangat lelah setelah pertunjukan maka sejenak saya tinggalkan Anda untuk mengambil kartu nama saya, dan berharap Anda mau menghubungi saya lagi keesokan hari. Tetapi ternyata Anda sudah pergi ketika saya keluar.
Dan satu hal yang perlu Anda tanamkan bahwa Anda semestinya FOKUS kepada IMPIAN Anda BUKAN kepada UCAPAN atau TINDAKAN saya!’

Sang pakar suara tersebut melanjutkan, ‘untuk PUJIAN, Anda mengharapkan sebuah pujian dari saya?
Ah, waktu itu kamu sedang bertumbuh. PUJIAN itu seperti PEDANG BERMATA DUA.
Ada kalanya MEMOTIVASI diri Anda sendiri tetapi DAPAT pula me-LEMAH-kan diri Anda!
Faktanya, saya melihat bahwa sebagian besar PUJIAN yang diberikan orang lain pada saat sedang bertumbuh HANYA AKAN membuat dirinya puas dan pertumbuhannya BERHENTI!
Saya justru lebih suka mengacuhkan agar hal tersebut dapat memukul serta memotivasi Anda untuk bertumbuh LEBIH CEPAT lagi!
Lagipula sebuah pujian itu sepantasnya DATANG dari keinginan saya sendiri dan tanamkan pada diri Anda bahwa TIDAK PANTAS kita MEMINTA pujian dari orang lain!’

‘Anda dapat lihat bahwa hal ini sebenarnya hanyalah masalah sepele. Seandainya Anda pada waktu itu tidak menghiraukan apa yang terjadi dan tetap bernyanyi mungkin hari ini Anda SUDAH menjadi penyanyi kelas dunia.
Saat lalu mungkin Anda SAKIT HATI tetapi sakit hati Anda akan CEPAT hilang ketika Anda BERLATIH bernyanyi kembali. PENYESALAN untuk hari ini TIDAK AKAN PERNAH DAPAT HILANG selama-lamanya.’
(Unknown)
~*~*~*~*~
PENYESALAN tiada guna di kemudian hari so lakukan yang terbaik untuk hidup Anda pada hari ini!
Let’s BOOGIE DOWN!
Buang segala gundah gulana hati Anda, nikmati hari-hari indah Anda dan jangan lupa untuk selalu bersyukur!

About dianasihotang

dianasihotang TETAP dianasihotang.Moto-ku adalah BERBAGI karena dua tangan, dua mata, dua telinga, hati-akal fikiran, dan alat komunikasi, serta waktu yang ku punya sudah diberikan-NYA selama ini, kenapa tidak aku berikan dan gunakan untuk membalas kasih BAPA? Tentang diri-ku Siapakah diri-ku? Riwayat Hidup-ku? dan inilah niat BERBAGI-ku yang dipersembahkan HANYA untuk kemulian-NYA Selalu dalam salam KASIH DAMAI dari hati yang paling dalam. peace & love/~ds/dianasihotang

Posted on May 15, 2009, in Paket Renungan / Reflection, Paket Sahabat / Friendship and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: