Getaran Jiwa

GETARAN JIWA

GetaranJiwaMasih ingat sebuah iklan sabun mandi (Televisi Swasta Indonesia.read) yang diawali dengan suara ‘meong’ seekor anak kucing kecil di selokan untuk meminta tolong kepada seorang anak sekolah?

Tiada henti kucing kecil itu bersuara dengan ‘tangisan’ meongnya. Si kucing sengaja keluarkan suaranya agar dapat didengar oleh orang yang melewati jalan dan selokan tersebut. Si kucing hanya dapat berharap belas kasih bahwa akan ada orang yang mendengar, memperhatikan serta menolongnya keluar dari selokan tersebut. Yups, si kucing sudah mulai merasakan kedinginan, susahnya memanjat selokan yang lumayan tinggi menurut ukuran badannya yang kecil, dan si kucing hanya dapat menangis pilu selama berjam-jam.

Tetapi apa yang dilakukan oleh seorang anak sekolah dasar tersebut setelah mendengar suara ‘meong’ si kucing?
Dia datang membantu si kucing dengan cara menggendongnya, mengangkatnya dari selokan dengan penuh keceriaan, serta membelai dengan penuh kasih sayang. Dari wajah anak tersebut dapat kita lihat dengan jelas bahwa dia sangat bahagia karena dapat melakukan hal tersebut.
Wouw!

Tetapi bagaimana dengan kita jika pada kenyataannya iklan tersebut memang ada di dalam sebuah perjalanan kita?
Cuex-in aja deh si kucing. Mang gue fikirin!
Ah, biarkan saja si kucing disitu, toh ntar ada orang lewat juga untuk menolongnya.
Ah, si kucing-kan hanya binatang!
Ah, si kucing itu kotor dan menjijikkan. Aku bisa kena penyakit karenanya.
Atau bahkan,
(hanya berdiri di pinggir selokan) Rasain kamu, biar aja kamu mati di situ. Kalau hujan tiba, paling kamu dibawa air!

Dari gambaran kata-kata kita tersebut tanpa disadari kita telah menutup getaran jiwa kita sendiri akan suara ‘meong’ si kucing!
Kita bahkan malah mengeluh karena hal tersebut.
Benar demikian?

Dalam kehidupan nyata kita ini sering terjadi getaran suara yang sangat jelas terdengar atau kabur di sekeliling kita yang berasal dari sesama kita manusia. Mungkin hal tersebut berada di lingkungan kerja kita, tetangga sebelah kita, di jalan-jalan yang sangat sering kita lewati atau bahkan tepat berada di depan mata kita memandang tetapi kita lupa dan bahkan sering kita melakukannya untuk hanya sekedar mendengar, melirik, atau malah membuang muka!
Sadarkah kita telah melakukan hal tersebut?
Sering jawabnya!

Ingatlah akan sebuah KEBAHAGIAAN sederhana dan memiliki NILAI yang luar biasa bersama lingkungan di sekitar kita jika kita memulai untuk mencoba dan melatih diri untuk bebaskan dari kebencian, iri hati yang sangat, bebaskan pikiran kita dari kecemasan, mulai berfikir ke arah lebih positif, hidup sederhana dan menikmatinya, melihat banyak hal negatif dan ikut berpartisipasi ke dalamnya untuk memberikan hal positif dari apa yang terjadi di sekitar kita, mencoba untuk selalu tersenyum, berharap LEBIH sedikit, menolong serta memberi LEBIH banyak dan jangan lupakan untuk selalu dan selalu berSYUKUR!

Kita tidak tahu apakah ini saat yang terbaik atau terburuk bagi hidup kita tetapi ingatlah bahwa saat ini, hari ini HANYA WAKTU yang kita miliki!
BERHARGA atau SANGAT BERHARGA waktu tersebut tergantung dari kita melakukan dan untuk MENGGETARKAN JIWA kita terhadap sesama yg berada di sekita kita!

Berlatihlah terus terhadap diri agar GETARAN JIWA kita tersebut dapat terus bergetar, dirasakan dan menggetarkan apa yang ada di sekitar kita!

Kita akan merasakan arti dan makna hidup di dalam GETARAN JIWA!

Aku hanya mau mengatakan temans,
Jangan pernah lupa untuk GETARKAN JIWA kita!

Selamat menikmatinya…

by me (~ds/ap-22may09)

About dianasihotang

dianasihotang TETAP dianasihotang.Moto-ku adalah BERBAGI karena dua tangan, dua mata, dua telinga, hati-akal fikiran, dan alat komunikasi, serta waktu yang ku punya sudah diberikan-NYA selama ini, kenapa tidak aku berikan dan gunakan untuk membalas kasih BAPA? Tentang diri-ku Siapakah diri-ku? Riwayat Hidup-ku? dan inilah niat BERBAGI-ku yang dipersembahkan HANYA untuk kemulian-NYA Selalu dalam salam KASIH DAMAI dari hati yang paling dalam. peace & love/~ds/dianasihotang

Posted on May 22, 2009, in Paket Cinta / Love, Paket Renungan / Reflection. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: