Kenaifan Salomo si Pemimpin Yang Luar Biasa

Kenaifan Salomo si Pemimpin Yang Luar Biasa
“Awal Pecahnya Negara”

Oleh = Berman R. Sitorus

Siapa yang tidak tahu kehebatan Salomo?RajaSalomo
Bait Allah yang pertama dia yang bangun.
Hikmat dan Kekayaan serta kemasyuran dimilikinya, dari awal pemerintahannya dia diberkati Tuhan bahkan dipuji tidak akan ada lagi orang yang lahir sehebat dia.

Luar biasa bukan. Pastilah disamping semua hikmat dan karunia itu, Salomo juga menjadi seorang  Pemimpin yang santun dan diawal pemerintahannya juga sebagai Pemimpin yang tegas.

Didalam kepercayaan diri yang tinggi oleh karena anugerah Tuhan yang berlimpah kepadanya. Salomo akhirnya menjadi lupa diri.

Salomo lupa bahwa ada juga batas kontrolnya, begitu juga batas usianya. Ternyata disamping banyak pemujanya, adajuga musuh2 lamanya. (1 Raja-raja 11: 14- 40).

Yang paling diluar kontrolnya dan pengawasannya adalah munculnya Yerobeam yang besar didalam bimbingan dan masa pemerintahannya, namun kelak menjadi Pemimpin Negara yang terpecah setelah Salomo meninggal (era Salomo).

Yerobeam dipilih Tuhan untuk memimpin 10 suku setelah Salomo yang arief itu meninggal karena anaknya ternyata tidak bisa sehebat ayahnya Salomo dalam banyak hal. Yerobeam terpaksa dan didorong untuk memimpin pemisahan bangsa Israel (1 Raja-raja 12).

Dari pelajaran ini kita bisa ambil beberapa hal untuk kehidupan pribadi dan berpolitik diantaranya:

1. Sebagai pemimpin, sehebat apapun anda tetaplah waspada supaya jangan melakukan kesalahan yang dampaknya kelak luar biasa.

2. Pemimpin yang hebat kelak akan tiada, jejak langkah orang yang menggantikannya dan orang disekitarnyalah kelak yang menjadi perhatian kita akan membawa bangsa dan organisasinya kemana.

Syukurlah yang menggantikan Soekarno adalah seorang Jendral hebat yang mengerti sejarah NKRI Soeharto, meskipun kemudian seperti Salomo karena kelamaan memerintah banyak juga kesalahan kolektif yang dilakukannya. Seharusnya bangsa ini belajar dari pengalaman pemerintahan Soekarno, perlu pembatasan masa pemerintahan seseorang sebagai Presiden.

Akhirnya pelajaran pahit pada masa pemerintahan Soeharto, dimasa reformasi ditetapkan undang2 masa jabatan maksimum seorang Presiden.

Saat ini SBY adalah figur yang dalam beberapa hal bisa ditarik mirip situasi jaman Salomo memimpin. Ditambah lagi dengan figur Boediono yang juga pintar dan santun.
Pertanyaannya, siapakah orang2 disekitar mereka yang akan menjadi kader penerus kepemimpinannya setelah 5 tahun ke depan.

JK-Win adalah figur yang kelihatannya suka melakukan sesuatu yang kontroversiel, baik dalam pernyataan, sikap dan tindakan mereka. Sering melakukan kejutan dan benar juga semboyan mereka tentang “Lebih Cepat”. Tentang “lebih baik” biarlah masyarakat dan waktu yang menilainya.
Pertanyaannya juga sama, siapa kelak yang akan meneruskan kepemimpinan mereka bila mereka memerintah dalam 5
tahun ke depan?

Mega – Prabowo figur yang unik karena ada peran Gender yang terbalik secara umum, namun kelihatannya menjadi agak pas karena yang Perempuan yang lebih tua dan berpengalaman sehingga yang muda yang Pria bisa hormat seperti
kepada Kakak tertuanya.
Pertanyaan yang sama, sebagai seorang Nasionalis sejati dan putri seorang pendiri NKRI yang berasaskan Pancasila dan UUD 45 serta Bhineka Tunggal Ika. Apakah penerus Megawati dan Prabowo bisa dipercaya dan mampu meneruskan semangat NKRI yang sama dan kepemimpinan yang baik kedepan.

Daud sang Jendral, meninggalkan Pemerintahannya kepada Salomo anaknya yang Santun dan Bijak. Meskipun diberkati Tuhan dengan luar biasa, Salomo tidak menjaga hubungannya dengan Tuhan. Salomo mewariskan Kerajaan yang besar dan makmur kepada anaknya yang kelak memicu perpecahan Negara karena salah memilih penasihat.

Saya ingat Gus Dur meninggalkan pemerintahan NKRI dalam situasi belum bangun dan dibayangi skandal Bulog. Megawati meneruskannya dan melahirkan banyak calon pemimpin yang kemudian malah mengalahkannya.

SBY merebut simpati dengan menggunakan hikmat merebut simpati dari para pembelot partai yang pragmatis namun cerdas JK dan Aburizal, yang bersedia meninggalkan partainya dengan kemudian merebutnya kembali setelah menjadi Wakil Presiden.

Direncana memerintah terakhir kali, SBY meninggalkan dan ditinggalkan oleh mereka yang berhasil menjualnya dengan memilih baik sukarela maupun karena terpaksa berkoalisi dengan kelompok yang diragukan nasionalisnya, dengan harapan bisa mengendalikan semuanya.

Mungkin selama dia memerintah 5 tahun, namun selanjutnya siapa dan apa karena dia tidak mungkin lagi mengontrolnya. Budaya Indonesia yang hormat pada jabatan bukan orangnya akan sangat sulit untuk mengontrol sesudah turun tahta.

Bagaimana kita menyikapinya?

Pertama berdoa, setelah itu pikirkan wajah Indonesia bukan hanya 5 tahun kedepan tapi setelah 5 tahun lagi.

Adakah pilihan kita mengaburkan gambaran NKRI 5 sd 10 bahkan 25 tahun kedepan, atau semakin terwujudlah NKRI yang ber Tuhan, berperikemanusiaan, bersatu, berkedaulatan rakyat serta berkeadilan dan sentosa.

About dianasihotang

dianasihotang TETAP dianasihotang.Moto-ku adalah BERBAGI karena dua tangan, dua mata, dua telinga, hati-akal fikiran, dan alat komunikasi, serta waktu yang ku punya sudah diberikan-NYA selama ini, kenapa tidak aku berikan dan gunakan untuk membalas kasih BAPA? Tentang diri-ku Siapakah diri-ku? Riwayat Hidup-ku? dan inilah niat BERBAGI-ku yang dipersembahkan HANYA untuk kemulian-NYA Selalu dalam salam KASIH DAMAI dari hati yang paling dalam. peace & love/~ds/dianasihotang

Posted on May 27, 2009, in Paket Ilmu & Tokoh Alkitab / Bible Studies and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: