Sedikit Belajar Politik dari Raja Daud sampai dengan Cucunya

Sedikit Belajar Politik dari Raja Daud sampai dengan Cucunya (bagian diplomasi pada kader penerus)
Oleh = Berman R. Sitorus

RajaDaud1Mendekati pemilihan Presiden dan Cawapres kita saat ini, mari kita sedikit belajar Politik dari seorang Calon Raja, kemudian menjadi Raja besar sekaligus dikasihi Tuhan dan sumber inspirasi luar biasa dalam memuji Tuhan dan mendengar teguran Tuhan.

Seyogyanya tulisan ini harusnya dimulai oleh para Theolog yang belajar politik atau seorang politikus yang belajar theolog. Namun karena sudah mendekati pemilihan Presiden dan penetapan calon yang 3 pasang, juga belum ada. Maka sebagai awam yang suka belajar sejarah, termasuk sejarah Alkitab yang tentu saja mengandung trik-trik dan kebijakan politik. Saya mengambil inisiatif untuk memulainya.

Tulisan-tulisan singkat ini akan dibagi kedalam beberapa bagian dengan penekanan topik yang berbeda, dengan harapan dan doa kita kemudian terinspirasi untuk bersikap dan menentukan pilihan yang terbijak.

Raja yang demi stabilitas politik menunda hukuman orang dekatnya yang berjasa padanya.
Pesan Terakhir Daud (Baca I Raja-raja 1: 28 sd 2:1 – 12)
Supaya memahami total peristiwa dan kebijakan ini, sebaiknya baca juga latar belakang peristiwa di Kitab Tawarikhnya.

Ayat 5 dan 6 adalah permintaan Daud agar Salomo anaknya yang jadi penerusnya menghukum orang yang menjadi kepercayaannya Yoab) selama berjuang dan memerintah, karena beberapa kesalahan yang menurutnya fatal namun Daud sendiri tidak berani menghukumnya.

Seorang Raja yang diberkati Tuhan saja memiliki pertimbangan dan keseganan untuk mengulurkan tangan menghukum orang dekatnya yang melakukan kesalahan dihadapannya, apalagi seorang pemimpin yang tidak kenal Tuhan?

Raja Daud boleh saja menundanya karena penerusnya adalah anaknya Salomo, sehingga dia masih bisa menggunakan tangan anaknya Salomo melakukan hukuman yang tertunda. Bagaimana mungkin dijaman sekarang ini dan apalagi di Indonesia ini bisa terjadi.

Dalam jaman sekarang, kasus khusus diluar negara yang Monarkhi, baru ada yang berhasil menggantikan ayahnya dengan kuasa yang sangat besar di Korea Utara, dan atau oleh adiknya di Kuba.

Indonesia yang saat ini dipimpin oleh Presiden SBY, yang kalau terpilih kembali menjadi masa pemerintahannya yang terakhir. Kelihatannya sangat kuat dan didengar oleh partai koalisi yang mendukungnya. Pertanyaannya, bila nanti terpilih. Seberapa kuat SBY dapat mengatur kader-kader Partai teman koalisinya agar melakukan tepat seperti yang dia inginkan atau visinya?

Daud sangat yakin bahwa anaknyalah yang akan menggantikannya, karena itu dijanjikan Tuhan dan juga diakui oleh sahabatnya Yonatan yang seharusnya jadi Putra Mahkota dari keturunan Saul.
Berjalan dengan waktu, Daud juga sangat yakin bahwa anaknya Salomo yang akan meneruskan pemerintahan, dan dari segi kebijakan akan dituntun oleh Tuhan yang memberikan visi dan misi yang sama.

Dari kandidat 3 Capres dan Wapres yang ada, yang mana yang bila terpilih selama memerintah akan berlaku sebagai pemimpin yang Nasioanlis serta setelah habis masa pemerintahannya akan meninggalkan calon pemimpin yang kuat dan tetap nasionalis?

Untuk mengetahui hal ini sangat sederhana, lihatlah para kader yang ada dilingkungan koalisinya. Bila ada kader2 hebat dan banyak dari group koalisinya, dengan masa persiapan 5 tahun memerintah mereka akan menjadi Calon Pemimpin yang luar biasa di Indonesia. Baik secara individu maupun kolektif.

Untuk masa pembentukan 5 tahun dan masa penantian 5 tahun ini semua deal-deal politik tentu saja bisa diakomodir. Bila tiba waktunya nanti, kebijakan berada sepenuhnya ditangan mereka.

Sang Pewaris (Daud) boleh saja meminta sesuatu untuk dilakukan dan tidak dilakukan, namun si pewaris (Salomo) tetap berusaha mengokohkan pemerintahannya dengan melakukan hal-hal yang menurutnya benar dan dipandangnya baik (1 Raja-raja 2: 13 – 46).

Dalam kancah politik, ini sangat lumrah. Tidak usah cari buku politik dan penulis yang hebat kalau mau belajar politik.
Alkitab menuliskan banyak sekali hal yang bisa kita pelajari dan membantu kita mengambil sikap yang benar.

Dalam sejarah NKRI:
Presiden Soekarno, bisa mengelola lawan politiknya dengan saling tidak menggangu, namun ancaman masa depan (dewan jendral) dibiarkannya dihabisi oleh lawan mereka tanpa berusaha dicegah. (tidak mungkin seorang Presiden tidak tahu pergerakan besar, tapi mungkin membiarkannya terjadi).

Presiden Soeharto, mengelola lawan politknya dengan begitu halus sehingga meskipun para pelaksana dibawahnya sangat luar biasa kerasnya kesannya Soeaharto secara pribadi tidak terlibat. Koridor hukum digunakan sedemikian halusnya sehingga semua dibenturkan kepad Peraturan dan perundangan, pemulihan pun diberikan kepada lawan politik yang dari sisi usia sudah tidak berdaya lagi.

Presiden Habibie, karena singkatnya waktu dan sorotan dunia gagal memanfaatkan kesempatan untuk memerintah dari hasil Pemilu, memilih hidup tenang keluar dari kancah politik setelah tidak menjabat.

Presiden Abdurrahman Wahid, presiden yang paling nyentrik yang bisa mengelola kawan dan lawan politiknya secara unik. Diluar proses Bulog Gate dan Impeachment hampir tidak ada yang mengangap Gus Dur harus bertanggungjawab atas sesuatu.

Presiden Megawati, sanggup melupakan peristiwa HAM penyerbuan kantor PDIP 1997 dan perlakuan pada ayahnya Soekarno demi kestabilan pemerintahannya. Cukup bijak memilih para pembantunya, yang walau kemudian menjadi lawan politiknya yang mengalahkannya. Saat ini berusaha untuk meraih kesempatan langsung yang pertama setelah pernah menjadi penerus pemerintahan yang ditinggalkan Gus Dur.

Presiden SBY, seorang yang sangat hati-hati sehingga dalam beberapa hal yang menyangkut hidup orang banyak tidak berani bertindak, seperti kasus Lapindo. Namun disisi lain membiarkan Besannya di penjara meskipun tetap dalam perlakuan khusus.
Dugaan saya bila kelak dipilih kembali, dan sudah aman SBY akan memanfaatkan koridor yang ada untuk membebaskan Aulia Pohan sang besan.

Dalam mengelola emosi atas persaingannya dengan JK wakilnya selama 5 tahun cukup berhasil, pengorbanannya tersebut manaikkan simpati yang besar baik kepada dirinya sendiri mauopun Partai Demokrat. Setelah terbukti berhasil dan menang, SBY terang-terangan menginginkan pisah pasangan dengan JK meskipun tetap berharap dapat dukungan Golkar. Setelah Golkar menolak sebagai partai SBY melakukan kembali percaturan negosiasi yang aman untuk saat ini, namun kalau paket negosiasinya salah, bisa berbahaya 5 tahun kedepan.

JK seorang pemimpin cerdas sekaligus peloby dan pebisnis yang hebat. 5 tahun lalu, ketika melihat di Golkar tidak dapat kesempatan, JK bersama sahabatnya Abu Rizal langsung hengkang mencari jagoan yang bisa didukung. Ibarat pebisnis, melihat peluang Produk bagus (SBY) yang bisa dijual asal mengikuti format yang diajukan maka mereka bersedia membayar mahal. Apalagi salah satu saingannya adalah kekuatan yang sudah mereka kenal (Golkar).

Dalam bisnis, strategi JK-Aburizal 5 tahun lalu adalah strategi yang diharamkan dalam pasar modal (Insider Trading). Tentu saja mereka berhasil karena kecerdikannya, bukan karena kehebatan SBY (Principal). Ini yang kemudian mereka coba ungkit-ungkit sebagai nilai jualnya karena mereka merasa di khianati dan ditinggalkan.

JK dan Aburizal saat ini dalam posisi Menang atau hangus. Bila JK gagal jadi Presiden, maka hampir semua posisinya akan terancam. Golkar akan mengadakan Rakernas atau Rapimnas untuk memilih Ketum baru, sudah dapat dipastikan bila JK gagal jadi Presiden, kedudukannya jadi Ketum Golkar pun akan lepas. Usahanya dan Aburizal pun akan menjadi sorotan, dan kemungkinan akan melorot karena harus membayar banyak sekali kewajiban-kewajiban yang tidak bisa dihindari.

Sedikit tambahan:
Aksi Mubarokh pengurus PD yang memanasi Golkar dan kubu JK sebelum pemilihan Legislatif, sangat berhasil memuluskan jalan perpisahan duet SBY-JK. Dihembuskan oleh layer 2 PD membangkitkan amarah Golkar, sehingga kalau selesai Pemilu Legislatif ternyata Demokrat kurang signifikan, SBY dan layer 1 Demokrat bisa merangkul Golkar demi SBY tetap jadi Capres bersama dengan JK pun jadi.

Cukup dengan menyalahkan Mubarokh, selesai masalah ketidak harmonisan.

Setelah ternyat Demokrat sangat signifikan suaranya di Legislatif, maka format Demokrat Golkar yang ideal asal jangan JK dimajukan. Emosi dari pengurus Golkar Sulawesi, mencetuskan JK – Win dengan hitung2an Menang atau Hangus.

Sementara Wiranto berpikir, sekarang atau tidak sama sekali. Dana dan daya sudah disiapkan, kenapa tidak digulirkan. Kalaupun kalah terhormat, siapa tahu 5 tahun lagi masih bisa maju. Kalau menang, jelas 5 tahun lagi maju sebagai Capres.

Semoga sharing terbatas bagian pertama ini bisa menjadi masukan bagi rekan-rekan untuk mulai membaca Alkitab belajar politk dari kitab Samuel, Tawarikh, Raja-raja, Daniel, Ester, Nehemia. Serta bersikap dan menganalisa situasi Politik di Indonesia baik dalam rangka Pemilu Pres/Wapres dan Jangka Panjang agar NKRI tetap Pancasilais, berdasarkan UUD 1945 dan didasari semangat Bhineka Tunggal Ika sesuai dengan semangat dan impian para pendiri Bangsa ini.

About dianasihotang

dianasihotang TETAP dianasihotang.Moto-ku adalah BERBAGI karena dua tangan, dua mata, dua telinga, hati-akal fikiran, dan alat komunikasi, serta waktu yang ku punya sudah diberikan-NYA selama ini, kenapa tidak aku berikan dan gunakan untuk membalas kasih BAPA? Tentang diri-ku Siapakah diri-ku? Riwayat Hidup-ku? dan inilah niat BERBAGI-ku yang dipersembahkan HANYA untuk kemulian-NYA Selalu dalam salam KASIH DAMAI dari hati yang paling dalam. peace & love/~ds/dianasihotang

Posted on May 27, 2009, in KRISTIANI / CHRISTIANITY, Paket Ilmu & Tokoh Alkitab / Bible Studies and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: