Mohon dukungan doa bagi teman gue, Braven

Bersyukur3From: Hanz Tarore <hanz.tarore@xxx>

Dear friends in Christ,

Gue mohon bantuan doa dari teman2 sekalian agar Tuhan Yesus menyatakan mujizat-Nya bagi teman gue, Braven. Braven dalam kondisi kritis di RSPAD Gatot Subroto (di daerah Senen). Braven adalah teman gue di komunitas motor Mailing List Yamaha Scorpio atau yg dikenal dengan MiLYS. Meskipun gue hanya kenal Braven dari dunia maya (blm pernah ketemu atau touring motor bareng krn dia tinggal di Bandung) tapi gue sangat sedih dan gak tega melihat kondisi-nya saat gue jenguk hari Jumat malam kemarin. He was battling just to breathe, dengan selang2 yang sudah dimasukan melalui tenggorokan/ dada yg sudah dibolongin, untuk memasukan oxygen. Menurut salah seorang keluarga yang ada di situ Braven uda sempat minta alat2-nya dicabut karena dia uda ga kuat. Karena menurut pihak keluarga, oxygen yang masuk ke paru-paru melalui selang itu membuat paru-paru nya panas.

Braven mengalami kecelakaan pada saat melompat ke suatu kolam yang ternyata dangkal. Informasi masih rancu, apa dia terpeleset atau melompat utk berenang. Kejadian ini terjadi saat ia sedang melakukan outbound dengan kampusnya. Singkat cerita, tulang leher Braven patah, dan ada 15 ruas retak sepanjang tulang belakang. Dan banyak syaraf yang putus, menyebabkan ia lumpuh dari dada sampai kaki. Bahkan dokter semua sudah angkat tangan alias nyerah.

Saat jenguk kemarin, gue hanya bisa liat lewat kaca. Gue uda bawa minyak urapan dari rumah dengan maksud mengolesi minyak itu di tubuh Braven sambil berdoa. Tapi karena terlalu banyak yang jenguk, para penjenguk hanya bisa liat lewat kaca. Dan hanya melalui kaca itu gue bisa menundukan kepala sejenak dan berdoa untuk Braven. Gue nyesel juga ga bisa kasih minyak urapan itu ke orang tua Braven. Tapi memang situasi tidak memungkinkan saat itu. Braven dan keluarga adalah seorang Katolik btw. Menurut info dari bokapnya, sudah tiga kali Romo datang untuk mendoakan Braven sambil menggunakan air suci.

Sampe di rumah, gue masih kepikiran apa yang gue liat di ICU. Gue ga tau harus berbuat apa. Gue rasanya ingin minta tolong Pdt. Pariadji (krn beliau punya talenta menyembuhkan) untuk datang dan berdoa di tempat. Tapi gue ga yakin gue bisa berhasil bawa beliau ke ICU itu, karena gue juga ga punya contact beliau. Jadi yang kepikiran hanya satu.. menulis email ini untuk minta bantuan doa dari teman2 semua.

Guys, gue percaya mujizat itu nyata. So, kalo berkenan, gue hanya minta bantuan teman2 semua untuk meluangkan waktu sedikit aja, untuk memohon agar Tuhan Yesus memberikan kesembuhan kepada Braven. Agar Tuhan kita menyatakan karya mujizat-Nya di dalam kehidupan Braven. Guys.. Braven is only 19. He’s too young to die.

This is the least I can do for Braven. To create a chain of prayer focused on his recovery. If you don’t mind, please inform ANY prayer community you know so that they also can support Braven through prayers.

Berikut email dari salah satu anggota MiLYS (seorang wartawan, jadi jgn heran kalau tulisannya sedikit kaya berita) mengenai kondisi Braven yang diposting di mailing group MiLYS.

———–

Doa untuk Kawan Braven

Kondisi cuaca Rabu (1/7) malam cukup cerah. Setelah deadline, pukul 22.30 WIB,  saya langsung meluncur ke RSPAD, untuk bertemu keluarganya Braven dan berbincang sebentar dengan mamanya.

“Salam buat teman-teman MiLYS, maafkan Braven ya kalau ada kesalahan. Saya sudah ikhlas. Sebab, tim dokter sudah lepas tangan. Mereka sudah menyerahkan semuanya kepada keluarga. Hanya mukjizat saja yang bisa memperbaiki semua keadaan ini,” ujar mamanya Braven sambil terisak-isak.

Dengan mata berkaca-kaca, mamanya Braven menjelaskan soal kondisi Braven yang semakin memburuk. “Ginjal dan lambungnya, kata tim dokter, sudah kena,” paparnya.

“Prihatin sekali. Kami hanya bisa berdoa. Semoga lekas sembuh kawan,” dalam hati saya.

Informasi yang datang dari Bung Adit, badan dan kaki Braven mulai membengkak. Ia pun mulai sulit bernapas, suhu badannya sangat panas. Bahkan, matanya kuning dan hampir terlihat putih semua.

Kamis (2/7), pkl 12.30 WIB, Bung Adit, Melani, Zaki Ferdiansyah, membesuk rekan Braven.

“Kami berempat masuk untuk melihat kondisi Braven. Saya sangat terharu ketika Braven menyodorkan tangannya kepada saya untuk salaman. Dia meminta saya untuk mengecek kondisi dia. Saya pegang tangannya memang masih sedikit panas. Lalu, Braven mencoba berbicara dengan Melani. Namun Melani kurang paham ucapan Braven,” kata Bung Adit. Tim MiLYS pun pamit kepada mamanya Braven, pada pukul 13.55 WIB.

Kamis (2/7), pada pukul 19.00 WIB, kondisi Braven, menurut Bro Sontry, sudah agak tenang dan detak jantungnya masih normal, walaupun masih sulit bernafas.

“Dia terlihat bersemangat saat rekan Marcel Loji datang. Ia seakan-akan mau menyambut dan berkata thanks man. Tapi, apa daya, dia tak dapt bergerak karena  selang-selang yg menempel di sekujur tubuhnya. Saya merasa sesak sekali melihat pemandangan tadi. Sampai kapan hal ini terus terjadi Bro? Only God Knows,” kata Bro Sontry.

Bro Jepe, juga sempat meletakan stiker ‘Proud to be MiLYS’, yg disambut dengan senyuman kecil, air mata dan sentuhan tangan dari rekan Braven kepada Bro Jepe.

“Kalau sudah sembuh, kite touring bareng kemana ajah, Ok Bro,” ujar Bro Jepe sambil memberikan dorongan semangat.

Awal Kejadian

Braven mulai menderita sakit parah, menurut laporan Bro Rahboy,  saat mengikuti acara kampus, 7 Juni 2009, tapi tidak sedang mengendarai Scorpio. Pada saat ingin berenang, Braven melompat seperti ingin lomba renang di sebuah kolam. Tapi, ternyata kolamnya dangkal. Setelah melakukan lompatan, teman-teman kuliahnya menyaksikan dia di dalam air, tapi tidak muncul-muncul. Mereka menduga Braven bergurau karena dia dikenal sebagai jago renang dan anak yang kuat. Detik demi detik berganti menit, Braven tidak muncul-muncul juga. Kurang lebih sekitar dua menit, mereka berinisiatif melempar bola ke arah Braven, tapi tidak ada respon. Teman-teman akhirnya menyelamatkan Braven sambil  dibantu tim TNI AD yang sedang berjaga di situ.

Setelah diangkat dari kolam wajah Braven sudah membiru dan dalam tubuhnya penuh air.

Setelah tim TNI AD melakukan tindakan P3K, banyak keluar air dari dalam tubuhnya.

Braven segera dibawa ke poliklinik terdekat. Setelah siuman, Braven tidak dapat menggerakkan separuh bagian tubuhnya, dari dada sampai ke kaki.

Setelah dari poliklinik, Braven dilarikan ke RS Advent Bandung. Setelah dilakukan tindakan CT Scan, ternyata tulang leher Braven patah dan tulang belakangnya retak, serta banyak syaraf yg terjepit. Setelah beberapa hari di RS Advent, operasi memasang pen pada tulang leher dan memperbaiki jalur syaraf , Selasa 16 juni 2009,  Braven dibawa menuju RSPAD Jakarta. Sejak saat itu hingga kini, ia dirawat di ruang ICU RSPAD.

Semoga lekas sembuh ya Braven. Kami selalu berdoa untuk sahabat kami, Braven. Salam hangat selalu dari kami.

———— ——–

Thank you for reading this guys. Maaf agak panjang. And thank you for your prayer support. It is very much appreciated. God bless.

Respectfuly,
Hanz Tarore

About dianasihotang

dianasihotang TETAP dianasihotang.Moto-ku adalah BERBAGI karena dua tangan, dua mata, dua telinga, hati-akal fikiran, dan alat komunikasi, serta waktu yang ku punya sudah diberikan-NYA selama ini, kenapa tidak aku berikan dan gunakan untuk membalas kasih BAPA? Tentang diri-ku Siapakah diri-ku? Riwayat Hidup-ku? dan inilah niat BERBAGI-ku yang dipersembahkan HANYA untuk kemulian-NYA Selalu dalam salam KASIH DAMAI dari hati yang paling dalam. peace & love/~ds/dianasihotang

Posted on July 7, 2009, in Paket Ruang Doa / The Prayers and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: