Kisah Seorang Anak

bee2Seorang anak sangat suka mencari-cari kesalahan. Dengan cekatan, ia akan mampu menunjukkan kesalahan teman-teman dan orang tuanya. Bahkan jika sesuatu terjadi pada dirinya, maka ia menyalahkan teman dan orang tuanya.

‘Aku jatuh karena Ayah meletakkan ember di sembarang tempat’, kata sang anak kepada ayahnya saat ia terjatuh di kamar mandi.

‘Kamu mengalami musibah ini karena kamu tidak berhati-hati. Oleh karena itu, kalau berjalan kamu harus hati-hati’, kata sang anak kepada teman yang sedang terkilir kakinya.

Pada suatu hari, sang anak berjalan-jalan di pinggir hutan. Matanya tertuju pada sekelompok lebah yang sedang berkerumunan.

‘Wah, madu lebah itu pasti sangat manis. Aku akan mengambilnya. Aku akan mengusir lebah-lebah itu!’

Ia pun mengambil sebuah galah dan menyodok sarang lebah itu dengan keras. Ribuan lebah mulai merasa terusik dan menyerang sang anak.

Melihat binatang kecil yang begitu banyak, sang anak lari terbirit-birit. Lebah-lebah itu tidak membiarkan musuhnya pergi begitu saja. Mereka menghajar dengan sengatan.

‘Aduhhh…h…, tolong!’

Karena tak tahan, sang anak itu menceburkan dirinya ke sungai. Byur!

Tak lama kemudian, lebah-lebah itu pergi meninggalkan sang anak yang kesakitan.

‘Mengapa ayah tidak menolongku? Jika ayah sayang padaku, pasti sudah berusaha menyelamatkan ku. Semua ini salah ayah!’

Sang Ayah diam sejenak, lalu mengambil selembar kertas putih.

‘Anakku, apa yang kamu lihat dari kertas ini?’

‘Itu hanya kertas putih, tidak ada gambarnya!’, jawab sang anak.

Kemudian, sang ayah mencoret kertas putih dengan sebuah titik berwarna hitam.

‘Apa yang kamu lihat dari kertas putih ini?’

‘Ada gambar titik hitam di kertas putih itu!’

‘Anakku, mengapa kamu hanya melihat satu titik hitam pada kertas putih ini? Padahal sebagian besar kertas ini berwarna putih. Betapa mudahnya kamu melihat KESALAHAN ayah! Padahal masih banyak hal baik yang telah ayah lakukan padamu.’

Lalu sang ayah berjalan pergi meninggalkan anaknya yang duduk termenung.

~*~*~*~*~
so now…
Mari kita belajar mengoreksi diri sendiri sebelum kita menyalahkan orang lain.
Semua orang memiliki kelebihan dan kekurangan. Semua orang dapat melakukan kesalahan dan kebenaran.
Jangan hanya melihat sisi buruk dalam suatu masalah, tetapi kita perlu juga melihat sisi baiknya.
Mengapa kita cenderung melihat semut di kejauhan, sedangkan gajah di pelupuk mata sendiri tak nampak oleh
mata?
(Unknown)
noktah_air~*~*~*~*~
so now…
Mari kita belajar mengoreksi diri sendiri sebelum kita menyalahkan orang lain.
Semua orang memiliki kelebihan dan kekurangan. Semua orang dapat melakukan kesalahan dan kebenaran.
Jangan hanya melihat sisi buruk dalam suatu masalah, tetapi kita perlu juga melihat sisi baiknya.
Mengapa kita cenderung melihat semut di kejauhan, sedangkan gajah di pelupuk mata sendiri tak nampak oleh
mata?
(Unknown)

About dianasihotang

dianasihotang TETAP dianasihotang.Moto-ku adalah BERBAGI karena dua tangan, dua mata, dua telinga, hati-akal fikiran, dan alat komunikasi, serta waktu yang ku punya sudah diberikan-NYA selama ini, kenapa tidak aku berikan dan gunakan untuk membalas kasih BAPA? Tentang diri-ku Siapakah diri-ku? Riwayat Hidup-ku? dan inilah niat BERBAGI-ku yang dipersembahkan HANYA untuk kemulian-NYA Selalu dalam salam KASIH DAMAI dari hati yang paling dalam. peace & love/~ds/dianasihotang

Posted on August 24, 2009, in Paket Renungan / Reflection and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: