tanggapan, Berbuka Puasa di Gereja Manahan Solo

HORAS tu hamu sude,

pariban br HOTANG-i, Rio SIMANJUNTAK…

sepakat untuk toleransi antar umat beragama dan agama adalah prinsip!

lain lubuk lain ikannya! so pasti itu, iban…

untuk semuahan…

maaf sebelumnya atas tanggapan / sentilan ini. aku bawa email ini ke kalian semuahan…

mungkin bisa menjadi pemikiran dan sharing diskusi kita…

pemikiran ‘udik’ ku seperti ini,

BUAH dari KASIH yang aku pelajari, dari agama yg aku yakini saat ini (sampai kapan pun.AMIN), ada banyak macamnya. yups!? seperti toleransi beragama tentunya.

sekarang pertanyaan dalam diri ‘pariban-mon’ (baca-pariban mu) adalah…

aku sudah mendapat bekal senjata KASIH, dan sekarang aplikasi apa yang dapat aku berikan ke sekeliling ku dari bekal tersebut?

(silahkan ditanyakan dan dijawab dalam hati masing2…hmmm…m…)

jika Pak Pendeta yg bertugas di Gereja Kristen Jawa Manahan (dalam hal ini adalah Gereja yg bersangkutan, sesuai artikel) menyediakan peralatan sholat adalah WAJAR dan BUKAN meng-AMIN-i keyakinan mereka dunkkk…

memanggg…kelihatannya agakkk ABU-ABU…<11 12 kali yak tepatnya?? heheheee…eee…pizzz achhh…!?>

tapi sebenarnya agak beda pengertiannya, pariban…

dalam hal ini, GEREJA identik dengan Agama KRISTEN…awasss…ssssssss…BUKAN mau SARA yak???…so?

kita harus terusss…sss…berikan KASIH kita tetapi BUKAN memaksa mereka untuk meng-AMIN-i apa yang KITA YAKIN-i!?!?!?

BUKAN mau dibilang, macam pendeta kali, kau, di!?

sok suci kali, kau, di!?

NO!

ini faktanya, mitra kerja yg di berada di ‘jabu nami’-pun dan selama ini SELALU aku ingatkan untuk ber-SHOLAT di saat aku mendengar suara ADZAN dari Mesjid. silahkan dia melakukan sholat di ‘jabu nami’. why not?

(jabu nami = di rumah kami)

malah di saat mereka mau pulang kampung karena IDUL FITRI biasanya mereka minta tolong titip beli peralatan sholat-nya di pasar. kenapa tidak aku lakukan? hmmm…mmm…

hal itupun aku lakukan untuk teman/mitra2 kerja ku selama ini.

so, dimanapaun dan kapan pun jua aku berusaha untuk mengingatkan mereka akan sholat dan puasa mereka.

(aku banyak belajar dari ini semua dan baru KASIH itu yang dapat aku berikan kepada mereka)

kembali kepada Gereja dalam artikel di bawah,

Gereja tersebut SANGAT BERTOLERANSI dalam hal ibadah mereka.

Gereja BUKAN meng-ABU-ABU-kan untuk meng-AMIN-i keyakinan mereka.

Gereja ikut memberikan KASIH-nya pasca BULAN RAMADHAN.

keliatan jelas bahwa PERBEDAAN AGAMA tidak mengatas namakan BATAS!

tetapi Gereja Kristen Jawa Manahan SUDAH menunjukkan salah satu PERBEDAAN di antara Gereja-Gereja yang ada di Indonesia.

luarrrrrrrrr…rrr…biasa indahnya perbedaan itu!


lain lubuk lain ikannya!

tapi semua adalah pemikiran ‘udik’ dan obor saja, pariban nami…

mauliate godang & salam hormat,

peace & love

~ds/dianasihotang

~*~*~*~*~

fROM = Rio  SIMANJUNTAK

tanggapan, Berbuka Puasa di Gereja Manahan Solo

Saya jadi bingung…

Setahu saya, toleransi yang diharapkan itu kan bukan toleransi antar agama tetapi toleransi antar umat beragama. Umatnya yang bertoleransi dan bukan agamanya. Saya sangat setuju untuk saling menghormati saling membantu antar umat beragama namun saya tidak setuju jika saya membantu agama orang lain bertumbuh. Masa sampai pendeta menyiapkan perlengkapan sholat? Bah…bukankah jadi abu-abu jika kita mengamini keyakinan orang lain?

Agama adalah sesuatu yang paling prinsip dan saya tidak mengharapkan adanya toleransi dalam keyakinan saya seperti apa yang terjadi di dalam artikel ini saya melihatnya berlebihan. Namun, inilah mungkin yang dibilang, lain lubuk lain ikannya, lain ladang lain belalangnya.

Jika ada teman yang bisa membantu memberikan penjelasan untuk mengurangi kebingungan saya, mauliate godang dohononku. Hurang mangantusi do ahu di son.

Horas!

Yang cinta perbedaan

rio

~*~*~*~*~

From: Batak_Gaul@yahoogroups.com, On Behalf Of jhonny sitorus

Berbuka Puasa di Gereja Manahan, Solo

Ini wujud kami dalam menghormati agama lain yang berpuasa dan baik menjalin persaudaraan.

Selasa, 25 Agustus 2009, 14:16 WIB

Gereja Manahan Solo (GKJManahan.org)

Gereja Kristen Jawa Manahan ini menamakan kegiatannya sebagai program nasi murah, dimana cukup hanya mengeluarkan kocek Rp 500 saja, masyarakat bisa berbuka puasa dengan porsi yang cukup.

Panitia juga menyediakan tempat di gereja tersebut untuk masyarakat yang ingin berzikir, tadarusan.

Bahkan sebuah pengajian digelar dengan pembicara dari pemimpin salah satu pondok pesantren besar di Solo pun digelar.

“Ini wujud kami dalam menghormati agama lain yang berpuasa dan ini baik untuk menjalin persaudaraan,” kata Retno Ratih Suryaning H, pendeta gereja saat di wawancarai tvOne.

Gereja tidak menggelar acara kebaktian, walaupun pada hari Sabtu. Bahkan hampir 500 orang, baik dewasa maupun anak-anak, menyimak kajian dari sang ustad dengan penuh perhatian.

Puluhan pemuda dan pemudi yang kebanyakan jemaat GKJ Manahan, ikut membantu mengantarkan minuman dan makanan kepada mereka yang hadir.

Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, kegiatan ini sudah dilakukan sejak tahun 1997 dilaksanakan oleh GKJ Manahan, selama sebulan penuh.

Bahkan, usai berbuka puasa, Pendeta pun menyediakan tempat untuk salat, lengkap dengan sajadahnya. Ini menunjukan toleransi beragama yang tinggi dan tidak ada perbedaan antara pemeluk keyakinan.

* VIVAnews

About dianasihotang

dianasihotang TETAP dianasihotang.Moto-ku adalah BERBAGI karena dua tangan, dua mata, dua telinga, hati-akal fikiran, dan alat komunikasi, serta waktu yang ku punya sudah diberikan-NYA selama ini, kenapa tidak aku berikan dan gunakan untuk membalas kasih BAPA? Tentang diri-ku Siapakah diri-ku? Riwayat Hidup-ku? dan inilah niat BERBAGI-ku yang dipersembahkan HANYA untuk kemulian-NYA Selalu dalam salam KASIH DAMAI dari hati yang paling dalam. peace & love/~ds/dianasihotang

Posted on August 27, 2009, in Paket Senggol & Milist / My Act and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: