Hal Bersyukur-Pandangan Sebatas Mata Melihat

Semoga bermanfaat!

Jesus always blesses you all…

~*~*~*~*~

Ingatkah kita ketika dahulu kita mulai belajar berjalan?

Ketika kita mulai melangkahkan kaki setapak demi setapak?

Ingatkah kita, ketika pertama kali memandang segala sesuatu dari kaki kita yang mungil?

Segala sesuatunya terasa begitu jauh dan tak terjangkau oleh tangan-tangan mungil kita-kan?

Kaki kursi maupun kaki bangku seakan-akan tongkat untuk menahan kita untuk tetap berdiri.

Di bawah meja makan merupakan tempat favorit kita, meja makan cukup untuk menudungi kepala kita. Di saat kita menengadah ke atas dan melihat lampu-lampu indah, kita takjub dan kagum melihatnya, lalu kita mengulurkan tangan untuk menjangkaunya. Tapi kita tak sanggup. Segala sesuatu nampak begitu jauh dan tak terjangkau bagi tangan dan kaki mungil kita yang berusaha untuk mengapainya.

Lalu kita mendengar sebuah suara memanggil. Kita mencari berkeliling dengan tertatih-tatih tetapi kita tidak menemukannya. Suara itu memanggil lagi. Kita semakin penasaran dan kemudian menjejakkan kaki kita ke lantai cepat-cepat untuk mencari sumber suara itu. Tangan dan kaki kecil kita berusaha menjaga keseimbangan ketika kita berlari untuk menemukan siapa yang memanggil.

Suara yang begitu lembut, suara yang kita tahu berasal dari orang yang mengasihi kita. Suara yang sama terdengar memanggil lagi, kita memandang sekeliling kita sekali lagi tetapi kita tetap tidak menemukan suara itu. Yang ku lihat disekitar-ku hanyalah mainan mobil-mobilan atau bermacam rupa boneka yang berserakkan, empat buah kaki kursi, sebuah balon, beberapa buah buku, krayon dan akhirnya? Nah, tampat favorit kita meja makan.

Kita berlari dan dan melihat ke bawah meja makan kemungkinan sumber suara itu berasal dari sana. Dan kita mendengar suara itu sekali lagi yang disertai dengan tawa lembut.

“Kemana kau mencari anak-ku? Lihat aku ada diatas-mu.”

Kemudian kita dongakkan kepala dan melihat sumber suara itu. Ibu berdiri di hadapan kita dan tersenyum melihat kita. Kita pun tersenyum dan berpikir, “Hei lihat, aku dapat menemukan-mu.”

Lalu tangan mungil kita ulur dan mencoba mengapainya, mencoba menciumnya, mencoba memegang tangannya. Namun, aduh! Tangan kita tidak dapat mencapainya.

Tiba-tiba Ibu terasa begitu jauh dari kita. Ia berdiri menjulang tinggi dan tak dapat untuk diraih. Kita mulai kecewa dan menangis. Kita menginginkan ibu!

Kita ingin menciumnya, memegang pipinya, menarik rambutnya. Kita menginginkan ibu tetapi tidak dapat mencapainya. Ibu terasa begitu jauh.

Dan tiba-tiba kita merasa tubuh terangkat. Ada sepasang tangan yang memegang pinggang kecil kita. Kita melihat ibu tersenyum dan berkata, “Nah, aku menemukan-mu!”

Kita gapai dia dengan tangan kita dan, ‘Hei lihat!”, sorak kita dapat saat kita dapat memegang pipinya. Ia tertawa ketika tangan-tangan kita memegang pipinya. Bahkan ketika salah satu tangan kita menarik rambutnya, ibu tertawa dan ia menarik kita untuk mendekat kepadanya dan kemudian sebuah hadiah ciuman pipi darinya. Kita tertawa kesenangan. Akhirnya, kita bisa meraih ibu kita. Oh tidak, akhirnya ibu bisa meraih dan mendekap kita.

~*~*~*~*~

Sering kita merasa bahwa Tuhan jauh dan tidak terjangkau bagi tangan-tangan kita?

Atau mungkin kita ingin sekali menjangkaunya tapi…upsss, tangan kita kurang panjang.

Kaki-kaki kita kurang tinggi untuk dapat menjangkau-NYA.

Kadangkala bahkan seringkali kita berfikir bahwa Tuhan sudah sangat jauh dari kita!

Pernahkah terfikir dan membayangkan disaat diri kita seperti anak kecil tadi?

PANDANGAN yang serba TERBATAS sehingga kita tidak bisa melihat bahwa sesungguhnya kita selalu berada dibawah kaki-Nya!

Padahal pada kenyataannya?

Pandangan-Nya begituuu…uuu…dekat sehingga tangan-Nya bisa menjangkau dan menarik kita mendekat pada-Nya!

Tanpa kita sadari sebelumnya bagi-Nya kita begitu dekat sehingga bunyi nafas kita pun terdengar oleh-Nya.

Ketika Ia menundukkan kepala-Nya, ada kita di dekat kaki-Nya!

Ia tersenyum dan tertawa ketika melihat bahwa kita mencari-cari-Nya padahal diri kita selalu ada di dekat kaki-Nya. Dan akhirnya, ia mengangkat pinggang kita, membawa naik untuk dapat mencium kita, untuk membiarkan diri kita memegang pipi-Nya, untuk membiarkan diri kita menarik rambut-Nya.

IA ada dan selalu dekat bahkan dekat sekali dengan kita diri!

Yang kita perlukan hanyalah menjulurkan tangan ke atas, menengadahkan kepala kita, dan Ia akan mengangkat diri kita ke atas karena Ia akan membungkuk dan mengulurkan tangan-Nya.

Jika kau merasa begitu jauh dari-Nya, ingatlah bahwa diri kita berada di dekat kakinya!

Bersyukurlah!

(unknown)

About dianasihotang

dianasihotang TETAP dianasihotang.Moto-ku adalah BERBAGI karena dua tangan, dua mata, dua telinga, hati-akal fikiran, dan alat komunikasi, serta waktu yang ku punya sudah diberikan-NYA selama ini, kenapa tidak aku berikan dan gunakan untuk membalas kasih BAPA? Tentang diri-ku Siapakah diri-ku? Riwayat Hidup-ku? dan inilah niat BERBAGI-ku yang dipersembahkan HANYA untuk kemulian-NYA Selalu dalam salam KASIH DAMAI dari hati yang paling dalam. peace & love/~ds/dianasihotang

Posted on December 1, 2009, in BERBAGI / SHARED OUT, Paket Renungan / Reflection and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: