Hayat Dan Kelahiran Kembali

Ada suatu istilah penting didalam Alkitab: hidup atau istilah yang lebih tepatnya adalah hayat. Sebab istilah hidup di dalam Bahasa Indonesia sering dipakai untuk benda mati juga. Misalnya: lukisan itu bagus ya?! Siapa yang melukis ya, sehingga lukisan itu hidup??

Lukisan itu adalah benda mati, tetapi sering dikatakan bahwa lukisannya hidup.

Hayat (hidup) ini ada di dalam semua benda hidup. Kursi, meja, lantai, jalan tidak mempunyai hayat karena dia tergolong benda mati. Tetapi tumbuhan mempunyai hayat (hidup), yaitu hayat tumbuhan. Oleh karena hayat inilah maka tumbuhan dapat bertumbuh dan berkembang, dalam batas tertentu juiga bergerak secara terbatas (ke arah matahari).

Hewan juga mempunyai hayat (hidup), dan hayat hewan ini lebih tinggi sifatnya dari pada hayat tumbuhan. Oleh karena itu hewan bisa bergerak, mengeluarkan bunyi / suara, dan juga makan hewan lain atau tumbuhan. Diantara jenis hewan sendiri, berbeda hayat (hidup) yang didalamnya, seperti hayat ikan membuat ikan hidupnya di air. Hayat burung membuat burung dapat terbang. Sebaliknya kucing justru takut air dan tidak dapat terbang. Tiap jenis hayat menentukan sifat kehidupannya.

Hayat yang tertinggi di antara makhluk ciptaan adalah hayat manusia. Oleh karena hayatnya manusia dapat bergerak, dapat mengeluarkan suara yang lebih teratur dan dapat dimengerti, serta dapat berpikir yang lebih kompleks.

Tiap-tiap jenis makhluk hidup memiliki hayatnya masing-masing yang khas untuk jenis makhluk hidup tersebut. Tetapi semua makhluk tumbuhan, hewan, dan juga manusia , hayatnya terbatas, suatu saat binasa.

Ada hayat (hidup) yang tidak akan binasa, yaitu hayat Allah sendiri. Hayat Allah ini tidak berawal dan tidak berakhir. Dia mempunyai sifat kudus, bukan ciptaan, tetapi pencipta, tidak akan rusak (selalu segar), bersifat kekal, tak terbatas ruang dan waktu. Itulah hayat Allah.

Di dalam Alkitab istilah hidup lebih tepat adalah hayat. Dan pada umumnya mengacu kepada hayat Allah sendiri. Kata Yesus kepadanya : “Akulah jalan kebenaran dan hidup (hayat) …” (Yohanes 14:6).

Sebagai bahan ilustrasi,

Bisakah anda merubah babi menjadi manusia?? atau kera menjadi manusia??

Walaupun babi atau kera itu kita beri pendikan, kita beri pelatihan naik sepeda, makan pisang, makan di piring atau yang lainnya, dia tetap babi, dia tetap kera, tak mungkin membuat dia berubah jadi manusia.

Demikian juga manusia tetap manusia, walau bagaimanapun tinggi dan jenis pendidikannya, dia tidak mungkin berubah jadi Allah atau anak Allah!

Seandainya manusia itu kita beri pendidikan theologia pun, dan hafal kitab suci dari awal sampai akhir, dia tetap seorang manusia, tidak akan merubah hayatnya menjadi hayat Allah.

Bagaimana kalau dikasih pelajaran etika??, atau dikasih peraturan, atau dikasih pelajaran agama, dikasih filsafat, dikasih ini dan itu ??

Bisakah manusia berubah menjadi anak-Allah??

Sama saja: babi tetap babi, manusia tetap manusia, kera tetap kera. Yang membuat mereka tetap sesuai dengan semula adalah karena hayat (hidup) mereka berbeda-beda. Paling banter (maksimal yang dicapai) oleh tindakan semacam itu hanya membuat manusia yang lebih ber-etika, lebih berbudaya, lebih sopan, lebih pandai, tetapi dia tetap seorang manusia.

Hayat (hidup) adalah sesuatu yang ada pada makhluk hidup, yang menyebabkan mereka mempunyai hidup sesuai dengan jenisnya masing-masing. Dan tiap makhluk hidup mempunyai keturunannya masing masing. Babi melahirkan anak babi, kera melahirkan anak kera, manusia melahirkan anak manusia. Tak mungkin babi melahirkan kera, dan sebaliknya sedangkan Anak Allah asalnya dari Allah yang memiliki hayat (hidup) Allah!

Allah mempunyai hayat (hidup) yang kekal, yang tak terbatas waktu, hayat yang tak pernah rusak, serta hayat yang kudus!

Walaupun manusia, di antara makhluk ciptaan dia yang mempunyai hayat yang tertinggi tetapi tetap hayatnya terbatas oleh waktu, sudah tak kudus lagi!

Lalu mengapa Yohanes 1:12, menyebut kita (yang menerima Yesus Kristus) sebagai anak-anak Allah?

Hal itu terjadi karena ada kelahiran kembali (Yohanes 3: 5, 7).

Pada saat kelahiran kembali dari air dan Roh maka peristiwanya terjadi saat kita percaya dan dibaptis.

Barang siapa percaya dan dibaptis akan diselamatkan (Markus 16:16)

Pada saat kita dibaptis dan percaya maka kita menerima hayat (hidup) Allah. Pada saat itu Allah yaitu Roh Allah masuk ke dalam kita. Jadi kelahiran kembali terjadi di dalam roh manusia oleh Roh Allah sehingga 1 Korintus 3: 16-17 menyatakan bahwa di dalam kita ada Roh Allah.

Sungguh berharganya diri kita. Allah begitu mengasihi kita dengan memberikan hayatnya sehingga kita menjadi anak-anak Allah!

(unknown)

About dianasihotang

dianasihotang TETAP dianasihotang.Moto-ku adalah BERBAGI karena dua tangan, dua mata, dua telinga, hati-akal fikiran, dan alat komunikasi, serta waktu yang ku punya sudah diberikan-NYA selama ini, kenapa tidak aku berikan dan gunakan untuk membalas kasih BAPA? Tentang diri-ku Siapakah diri-ku? Riwayat Hidup-ku? dan inilah niat BERBAGI-ku yang dipersembahkan HANYA untuk kemulian-NYA Selalu dalam salam KASIH DAMAI dari hati yang paling dalam. peace & love/~ds/dianasihotang

Posted on February 8, 2010, in KRISTIANI / CHRISTIANITY, Paket Ilmu & Tokoh Alkitab / Bible Studies and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: