Kebenaran Yang Membebaskan

Darah Corrie ten Boom serasa membeku ketika pria itu mengulurkan tangan untuk meminta maaf. Padahal ia baru saja berkhotbah tentang pengampunan Allah, di depan sebuah jemaat di Jerman. Rupanya pria itu bukan pria biasa. Ia mengaku sebagai penjaga kamp konsentrasi di Ravensbruck selama PD II. Dan Ravensbruck adalah suatu ingatan buruk bagi Corrie. Disitulah ia dan kakaknya dipenjarakan karena mereka menyembunyikan orang-orang Yahudi dirumah mereka.

Disitu hari demi hari mereka dilecehkan, ditelanjangi, diludahi, “Saya membencinya sedalam-dalamnya”, kenang Corrie.

Ia berkata kepada Tuhan dalam hatinya, “Kau memerintahkan kami bahwa kami harus mengasihi musuh kami. Itu mustahil bagiku, namun tidak ada yang mustahil bagiMu”.

Corrie merasa tidak kuat, dan tidak siap untuk mengampuni. Namun ia merasakan dorongan halus dari Tuhan, untuk membalas uluran tangan pria itu.

“Barulah setelah saya menunjukkan ketaatan, saya merasakan seperti minyak hangat dicurahkan ke atas saya dan kebencian dalam hati saya pun sirna”.

Saat kita konflik dengan sesama dan kita merasa lebih benar, kita merasa berhak untuk memendam kebencian pada orang yang telah menyakiti kita itu. Kita menuntut mereka untuk meminta maaf terlebih dulu, sebelum kita melepas pengampunan kepada mereka. Bahkan seperti Corrie meskipun orang tersebut sudah meminta maaf kita masih berat untuk mengampuninya.

Kebenaran Tuhanlah yang telah membebaskan Corrie, dan kebenaran itu juga yang kita perlukan saat kita bergumul dengan pengampunan.

(unknown)

Mariii…iii…kita SALING MENGAMPUNI!

salam Kasih Damai dari hati yang paling dalam…

About dianasihotang

dianasihotang TETAP dianasihotang.Moto-ku adalah BERBAGI karena dua tangan, dua mata, dua telinga, hati-akal fikiran, dan alat komunikasi, serta waktu yang ku punya sudah diberikan-NYA selama ini, kenapa tidak aku berikan dan gunakan untuk membalas kasih BAPA? Tentang diri-ku Siapakah diri-ku? Riwayat Hidup-ku? dan inilah niat BERBAGI-ku yang dipersembahkan HANYA untuk kemulian-NYA Selalu dalam salam KASIH DAMAI dari hati yang paling dalam. peace & love/~ds/dianasihotang

Posted on May 25, 2010, in BERBAGI / SHARED OUT, Paket Renungan / Reflection. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: