Jiwa Yang Tertekan Dan Gelisah

Mazmur 42:6

Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku?

Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!

“Dimana Allahmu?”

Ini adalah pertanyaan yang menyakitkan. Terlontar dari sikap skeptis yang mencemooh, sedangkan kita sendiri tidak dapat menjawab apa-apa. Karena ada saja kesukaran dalam hidup ini, peristiwa-peristiwa yang tidak diinginkan, musibah yang menimpa, serta kejahatan yang merajalela. Dimana Allah, sehingga segala sesuatu yang buruk ini terjadi?

Apa yang dapat kita jawab kepada orang-orang yang bertanya dengan sinis itu, yang menganggap bodoh segala kepercayaan kita kepada Allah?

Betapa kita merindukan kehadiran Allah!

Tak sabar lagi rasanya jiwa kita menanti-nantikan Allah hadir dan bertindak, ya, biarlah TUHAN menunjukkan kuasa dan kemuliaan-Nya!

Namun Dia belum datang juga, apakah kita akan berdiri saja membatu membisu, sambil melelehkan air mata? Tidak!

Pada kita ada harapan yang pasti dan kekal, yang berasal dari Tuhan. Kita dapat berjalan terus, bahkan di saat harus melawan arus dunia, untuk menuju ke Rumah Bapa dalam sorak sorai dan nyanyian syukur. Kehidupan adalah sebuah pesta bagi kita, seperti arak-arakan meriah dan penuh sukacita dari dunia yang kumuh menuju kebahagiaan (surga.aslinya) yang berkilauan.

Kehidupan kita melampaui kehidupan dunia. Di saat keadaan nampak buruk dan orang-orang mencibir sambil bertanya, “Di mana Allahmu?” Kita sendiri sanggup untuk berharap kepada Allah, akan bersyukur lagi kepada-Nya, Allah kita penolong kita. Pengharapan ini tidak pernah pudar, menjadi pendorong bagi kita untuk terus maju dalam Tuhan, menuju rumah Bapa melalui Yesus Kristus, Tuhan kita. Bukannya berarti kita tidak lagi mengalami kesulitan, atau serta merta terbebas dari kesukaran. Oh tidak, hal-hal buruk itu masih harus kita alami. Tetapi apa pun yang terjadi di dunia ini, tidak ada yang dapat mengambil pengharapan pada kita di dalam Dia.

Marilah kita bersukacita.

Tidak perlu tertekan, hai jiwaku, jangan gelisah di dalam diriku, karena aku dapat selalu berharap kepada Allah. Terpujilah TUHAN yang kekal!

(unkown)

Salam kasih damai untuk semuanya.

About dianasihotang

dianasihotang TETAP dianasihotang.Moto-ku adalah BERBAGI karena dua tangan, dua mata, dua telinga, hati-akal fikiran, dan alat komunikasi, serta waktu yang ku punya sudah diberikan-NYA selama ini, kenapa tidak aku berikan dan gunakan untuk membalas kasih BAPA? Tentang diri-ku Siapakah diri-ku? Riwayat Hidup-ku? dan inilah niat BERBAGI-ku yang dipersembahkan HANYA untuk kemulian-NYA Selalu dalam salam KASIH DAMAI dari hati yang paling dalam. peace & love/~ds/dianasihotang

Posted on June 7, 2010, in BERBAGI / SHARED OUT, Paket Renungan / Reflection and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: