Blog Archives

Pujian Dan Arti Berbagi Bagi Diri ku

sebuah email dari ku untuk teman dan sahabat ku, pagi menjelang siang hari ini…

~*~*~*~*~

PAGI BAIK!?
itu yang aku ku ingat dari salah seorang teman, Um/Bung Yappy (teman dari Papua bareng Um Gobby dunk yak)…temen gw juga lageee…

Setubuh!
tepatnya SEPAKAT!
Kalo ada pernyataan TUHAN YESUS sudah menyertai kita semuahan.
Read the rest of this entry

Advertisements

1999 – 2009

gak tau mau nulis apa…
tapi kok ingin kasih sesuatu untuk diri mu ya?

mungkin mau tulis LUAR BIASA hati, perasaan, tambatan, sinar dan embun yang telah kamu pancarkan dan keluarkan…
SANGAT LUAR BIASA arti serta maknanya…
huh!?

sayang ku jauh bertambah sama kamu…
hormat ku pada mu…
terimakasih atas semuanya…

inilah goresan kecil ku…

Ku Cinta Kau Apa Adanya – Once
Kau boleh acuhkan diri ku dan anggap ku tak ada
Tapi takkan merubah perasaan ku kepada mu

Ku yakin pasti suatu saat semua kan terjadi
Kau kan mencintai ku dan tak akan pernah melepas ku

Aku mau mendampingi diri mu
Aku mau cintai kekurangan mu
Selalu bersedia bahagiakan mu
Apapun terjadi ku janjikan aku ada

Kau boleh jauhi diri ku namun ku percaya
Kau kan mencintai ku dan tak akan pernah melepas ku

Aku mau mendampingi diri mu
Aku mau cintai kekurangan mu
Aku yang rela terluka untuk masa lalu

Aku mau mendampingi diri mu
Aku mau cintai kekurangan mu
Selalu bersedia bahagiakan mu
Apapun terjadi ku janjikan aku ada

~*~*~*~*~
terimakasih Bapa atas nafas kehidupan yang masih Kau berikan untuk ku nikmati hingga saat ini.
terimakasih atas keindahan pelajaran berharga yang telah Kau berikan selama 10 tahun ini…
ajari diri ku untuk selalu berteduh dan pegang diri-MU, Bapa…AMIN

KELOLA KEMARAHAN

Kita tahu bahwa marah pada orang yang tepat pada waktu yang tepat dengan kadar yang tepat bukan hal yang mudah dilakukan. Demikian pula halnya dengan mengelola kemarahan. Kadangkala kemarahan atau kejengkelan kita pada orang lain sengaja kita tekan dengan harapan agar tidak merusak hubungan yang sudah terbina. Namun apabila kemarahan dan kejengkelan yang ada terus menerus kita tumpuk, hal ini dapat berbalik membahayakan kita. Kemarahan ternyata dapat menjadi bumerang bagi kita. Kemarahan yang terkadang muncul dalam kehidupan kita harus dapat kita kelola dengan baik agar tidak merugikan kita.

Ada sedikit “cara” bagi kita untuk mengelola kemarahan :

1. JANGAN DIKUMPULKAN
Jika kita merasa terluka, berbicaralah dengan sesorang mengenai perasaan dan reaksi yang muncul. Hal ini akan mengurangi ketegangan. Dengan mengungkapkan frustasi frustasi yang muncul, kita dapat menghindari kumpulan kemarahan yang dapat berakhir dalam ledakan.

2. MILIKI PERASAAN KITA
Akuilah kemarahan kita tanpa menyalahkan orang lain mengenai perasaan itu.
Katakan “Saya merasa sangat marah ketika….” dan selanjutnya “daripada Anda membuat saya marah”.
Terimalah bahwa hal itu adalah perasaan Anda dan bukan orang lain yang membuat Anda marah.

3. NILAILAH TINGKAT KEMARAHAN
Sadarilah tingkat kemarahan dari merasa tersinggung hingga kemarahan yang membabi buta. Amati perubahan fisik yang terjadi mulai dari ketegangan otot hingga nafas yang menjadi cepat, meningkatnya detak jantung, gementar dan merasa panas.

4. PAHAMI PENYEBABNYA
Penyebab utama kemarahan adalah keyakinan yang kaku. Tinjaulah apa yang bagi kita adalah “keharusan, wajib”. Seberapa kaku hal itu?
Semakin fleksibel keyakinan kita, semakin kecil kemungkinan kita merasa frustasi dan menjadi marah. Tanyakan diri kita apakah situasinya memicu kemarahan dari masa lalu.

5. MEMAAFKAN
Cobalah untuk menghapuskan kritikan kita, lupakan kejadiannya, maafkan dan teruskan hidup Anda. Jika kita bertindak berlebih dan terhadap suatu situasi, minta maaflah. Terima dan pahami kemarahan pihak lain. Apakah kita membuatnya terlalu personal?
Kita semua adalah mahluk yang tidak sempurna yang terus berusaha untuk me”manage” emosi yang kompleks.
(Unknown)

BELAJAR MEMAAFKAN DAN MELUPAKAN

Ada sebuah cerita mengenai dua orang sahabat yang berjalan melalui gurun pasir. Pada suatu kali dalam perjalanan itu, mereka bertengkar,dan salah seorang dari mereka menampar pipi yang lain.

Orang yang mendapat tamparan terluka hatinya, tapi dengan tanpa mengatakan sepatah kata pun, ia menulis di pasir: “HARI INI TEMAN BAIK KU MENAMPAR PIPI KU”.

Mereka melanjutkan perjalanan sampai menemukan sebuah oasis, dimana mereka memutuskan untuk mandi di sana. Waktu itu orang yang menerima tamparan dan sakit hatinya, tenggelam dan temannya berhasil menyelamatkannya. Setelah pulih dari rasa takutnya, ia menulis di sebuah batu: “HARI INI TEMAN BAIK KU MENYELAMATKAN NYAWA KU”.

Teman yang telah menampar dan menyelamatkan sahabatnya, bertanya,”Mengapa setelah saya menyakitimu kamu menulis di pasir, dan sekarang kamu menulis di batu?”

Yang ditanya tersenyum dan menjawab: “Saat seorang teman menyakiti kita, kita harus menuliskannya di pasir, dimana angin maaf akan bertugas menghapusnya, dan saat sesuatu yang hebat terjadi, kita harus memahatnya di batu kenangan di hati, dimana tidak ada angin yang dapat menghapusnya.”

BELAJARLAH UNTUK MENULIS DI PASIR.
(by Unkown)

%d bloggers like this: